AS : Iran 'diundang' dalam pertemuan bahas konflik Suriah

Iran

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Iran menolak telah mengirimkan pasukan ke Suriah tetapi komandan seniornya tewas di sana.

Iran tampaknya akan diundang untuk pertama kalinya dalam pertemuan internasional dengan AS dan Rusia mengenai konflik Suriah, kata AS.

Juru bicara departemen pertahanan AS John Kirby mengatakan belum jelas apakah pemimpin Iran akan dapat menghadiri pertemuan, yang dimulai di Wina pada Kamis (29/10).

Utusan dari AS, Rusia, Arab dan negara-negara Eropa akan hadir dalam pertemuan tersebut.

Negara-negara Barat yang mendukung oposisi Suriah dan negara Arab yang merupakan sekutu AS menentang peran Iran dalam perang di Suriah.

Kirby mengatakan kepada wartawan bahwa dia mengharapkan Iran "diundang untuk berpartisipasi" dalam pertemuan di Wina.

"Apakah mereka akan datang atau tidak itu terserah pemimpin Iran," kata dia. "Ini penting bagi kami bahwa mitra penting berada dalam diskusi ini... Mereka(Iran) dapat menjadi sebuah mitra penting, tetapi mereka tidak saat ini."

Syria

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pejuang Tentara Pembebasan Suriah tersudut oleh serangan udara Rusia.

Secara terpisah, AS mengatakan bersiap untuk melakukan kampanye intensif melawan ISIS, yang djuga dikenal dengan singkatan ISIL. AS telah melakukan sejumlah serangan udara melawan kelompok yang menguasai beberapa wilayah Suriah dan Irak pada pekan lalu.

Iran merupakan sekutu dekat Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang diyakini telah mengeluarkan milliaran dollar selama empat tahun terakhir untuk menyediakan penasihat militer dan subsidi senjata, juga kredit dan minyak.

Iran juga yang diyakini telah mempengaruhi keputusan gerakan Hisbullah Lebanon untuk mengirimkan pejuang ke Suriah untuk mendukung pasukan pro-Assad.