Pemberontak Suriah tolak bantuan Rusia

Free Syrian Army

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, FSA mengatakan Moskow tidak bisa dipercaya dan bantuannya tidak diperlukan.

Satu kelompok pemberontak Suriah yang didukung Barat, yang menamakan diri Angkatan Bersenjaya Suriah Merdeka, FSA, menolak tawaran bantuan militer Rusia.

Juru bicara FSA mengatakan kepada BBC bahwa <link type="page"><caption> Moskow tidak bisa dipercaya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151024_dunia_rusia_dukungsuriah" platform="highweb"/></link> dan bantuannya tidak diperlukan.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, Sabtu (24/10), mengatakan Rusia siap membantu kelompok pemberontak jika diserang oleh milisi kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Rusia yang merupakan sekutu kunci pemerintah Suriah, telah melakukan sejumlah serangan udara di negara itu sejak bulan lalu.

<link type="page"><caption> Moskow menyatakan serangan tersebut terutama ditujukan pada ISIS,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151012_dunia_putin_suriahupdate" platform="highweb"/></link> tetapi pihak Barat mengatakan sebagian besar operasi menghantam FSA dan kelompok lain yang didukung Barat dan negara-negara Teluk.

Lewat tawarannya kepada FSA, Lavrov mengatakan angkatan udara Rusia dapat mendukung FSA sepanjang Amerika Serikat berbagi informasi terkait posisi pemberontak.

Tetapi pada hari Minggu, 25 Oktober, seorang juru bicara FSA mengatakan kepada BBC bahwa Rusia tidak memiliki peran di Suriah.

"(Presiden Rusia) Vladimir Putin membantu sebuah rezim yang tanpa pandang bulu membunuh rakyatnya sendiri," kata Issam al-Reis.