Operasi militer AS dan Kurdi bebaskan sandera ISIS

Sumber gambar, AFP
Operasi gabungan pasukan Amerika Serikat dan komando Kurdi menyelamatkan puluhan sandera dalam sebuah penyerbuan terhadap penjara milik kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.
Sekitar tujuh puluh orang dibebaskan, dan terlepas dari eksekusi yang disebut oleh Pentagon "akan segera dilakukan".
Seorang serdadu Amerika tewas dalam serangan ini akibat luka tembak, sementara empat orang prajurit Kurdi terluka, sedangkan lima orang milisi ISIS ditangkap dan sejumlah lagi terbunuh.
Operasi ini berlangsung di kota Hawija di Irak Utara, dari hasil operasi intelejen yang menemukan bahwa para sandera ini akan segera dieksekusi.
Situasi 'unik'
Juru bicara Pentagon menyatakan operasi ini merupakan permintaan dari pihak berwenang regional Kurdi dan bersikukuh bahwa Amerika tidak mengubah taktik mereka di peperangan ini.
Presiden Obama menegaskan bahwa Amerika tidak akan mengirimkan pasukan darat dalam perang ini, dan penyerbuan ini adalah sebuah "situasi yang unik", menurut juru bicara Pentagon.
Termasuk mereka yang dibebaskan adalah 20 orang pasukan Irak, sedangkan pihak dewan keamanan Kurdi mengatakan tak ada dari sandera itu yang merupakan orang Kurdi.
Pasukan gabungan yang dipimpin Amerika melakukan serangan udara setiap hari terhadap posisi-posisi ISIS di Irak dan Suriah selama lebih dari satu tahun terakhir.









