Pejabat AS :"ISIS membuat dan gunakan senjata kimia di Irak dan Suriah"

Seorang anak menderita setelah pasukan pemerintah Suriah menembakkan gas klorin.
Keterangan gambar, Seorang anak menderita setelah pasukan pemerintah Suriah menembakkan gas klorin.
    • Penulis, Paul Blake
    • Peranan, BBC News, Washington

Seorang pejabat AS mengatakan kepada BBC, adanya peningkatan keyakinan di kalangan Pemerintah AS bahwa militan yang menyebut dirinya sebagai Negara Islam atau ISIS membuat dan menggunakan senjata kimia di Irak dan Suriah.

AS telah mengindentifikasi setidaknya empat peristiwa yang melibatkan kedua pihak yang berkonflik di wilayah perbatasan Irak-Suriah di mana ISIS menggunakan<link type="page"><caption> senjata kimia </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150910_dunia_suriah_kimia" platform="highweb"/></link><italic>mustard</italic>, seperti disampaikan oleh pejabat tersebut.

Pejabat itu juga menyebutkan senjata kimia yang digunakan adalah bentuk bubuk.

Tim BBC di perbatasan Turki-Suriah telah melihat bukti yang mendukung klaim tersebut.

AS yakin kelompok itu memiliki sel yang dikhususkan untuk membuat senjata-senjata tersebut.

"Mereka menggunakan mustard," seseorang mengatakan tentang ISIS. "Kami mengetahui mereka menggunakannya."

Senjata kimia mustard kemungkinan digunakan dalam bentuk bubuk dan dikemas dalam bahan peledak tradisional seperti mortir, seperti disampaikan oleh pejabat AS.

"Kami telah melihatnya digunakan pada setidaknya empat peristiwa yang berbeda di kedua lokasi perbatasan Irak dan Suriah.

Ketika senjata ini meledak, siapa yang terpapar abu senjata kimia mustard itu akan melepuh.

Pejabat mengatakan komunitas intelejen yakin ada tiga kemungkinan penjelasan bagaimana ISIS memperoleh senjata kimia yang mematikan.

Sumber gambar, Getty

Dalam pengamatan komunitas intelejen, seperti disampaikan oleh pejabat AS, bahwa mereka membuatnya.

"Kami menilai mereka memiliki sel yang bertugas meneliti senjata kimia aktif yang mereka kerjakan dan mencobanya dan menjadi lebih baik dalam membuatnya," kata pejabat tersebut.

Teori alternatif lain yaitu militan ISIS menemukan senjata kimia di tempat persembunyian di Irak atau Suriah.

Tampaknya militan menemukan senjata kimia di Irak, ungkap pejabat, karena militer AS kemungkinan dapat menemukannya selama kampanye militer dilakukan di negara tersebut selama satu dekade.

Pejabat mengatakan bahwa militan tampaknya telah menyita senjata kimia dari rezim di Suriah sebelum rezim dipaksa untuk memberikan persediaannya dengan ancaman serangan udara AS pada 2013.