Jerman dan Prancis minta pengungsi disebar

Sumber gambar, Getty
Pemimpin Jerman dan pemimpin Prancis mengajukan proposal sistem baru untuk mendistribusikan para pengungsi di antara negara-negara anggota Uni Eropa.
Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan ia dan Kanselir Jerman Angela Merkel telah menyepakati mekanisme untuk menyebarkan para pengungsi dan migran yang kini membanjiri Eropa.
Ditambahkan, Prancis bersedia menampung 24.000 orang.
"Kami akan menempuh langkah itu karena saya yakin ini adalah prinsip yang mengikat Prancis," kata Presiden Hollande, Senin (07/09).
"Kami akan melakukan hal itu karena ini adalah rencana yang kami ajukan sendiri, dan yang kami harapkan akan diadopsi oleh Eropa keseluruhan," katanya.

Sumber gambar, Reuters
Menurutnya, berdasarkan rencana Komisi Eropa, sebanyak 120.000 pengungsi akan direlokasikan di negara-negara anggota dalam tempo dua tahun mendatang.
Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel menandaskan negaranya tidak akan mampu mengatasi krisis ini sendiri dan meminta negara-negara lain untuk turut menampung pengungsi.
Sejauh ini <link type="page"><caption> sekitar 20.000 migran dan pengungsi diperkirakan sudah tiba di Jerman</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150906_dunia_jerman_imigran" platform="highweb"/></link> akhir pekan lalu, sebagian besar dari negara-negara yang dilanda perang seperti Suriah dan Afghanistan.
Namun usulan Prancis dan Jerman ditentang oleh Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban yang menegaskan kuota tidak akan mungkin diterapkan berdasarkan sistem Uni Eropa yang berlaku sekarang.









