Para pegiat 'menjemput' pendatang di Hungaria

Pengungsi Austria

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sekitar 140 mobil meninggalkan Wina menuju Budapest dalam upaya yang disebut 'konvoi pengungsi'.

Konvoi mobil yang dikendarai para pegiat Austria dan Jerman sudah melintasi perbatasan masuk ke Hungaria untuk menjemput para pendatang dan pengungsi asal Suriah agar bisa mencapai kawasan Eropa barat.

Dari Austria, sekitar 140 mobil meninggalkan ibukota Wina menuju ibukota Hungaria, Budapest, sebagai bagian dari upaya yang disebut 'konvoi pengungsi'.

<link type="page"><caption> Ribuan orang yang melarikan diri dari konflik di Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150906_dunia_jerman_imigran" platform="highweb"/></link> sudah berhasil masuk ke Austria, Minggu 6 September, sejak Hungaria memperlakukan pembatasan transit, Jumat (04/09) lalu.

Bus-bus dan kereta khusus membawa mereka dari perbatasan Suriah ke Austria dan Jerman.

Pendatang

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Pendatang dan pengungsi yang lebih dulu tiba di Wina dengan menggunakan bus dan kereta api.

Namun kini mereka juga mendapat bantuan dari para pegiat.

Seorang pegiat Austiria yang berpartisitasi, Angelika Neuwirth, mengatakan kepada BBC bahwa tujuan mereka adalah membawa pendatang dan pengungsi ke tempat penampungan di Wina.

"Saya kira, itu adalah tugas saya. Saya seorang ibu, saya seorang ibu dari Austria dan saya tidak bisa lagi menutup mata." jelasnya.

Konvoi pengungsi

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Seorang pegiat Austria mengatakan 'tidak bisa menutup mata lagi.'

Sementara itu Paus Fransiskus sudah meminta agar setiap paroki Gereja Katolik di Eropa menampung keluarga pendatang.

Hal itu disampaikan Paus saat kebaktian Angelus dan dua paroki di Vatikan dalam beberapa hari mendatang akan menampung dua keluarga.

Di kawasan Eropa diperkirakan terdapat sekitar 50.000 paroki Gereja Katolik.