Penerbangan langsung antara Ukraina-Rusia dihentikan

Penumpang kini harus transit di negara ketiga atau naik kereta selama 13 jam.

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Penumpang kini harus transit di negara ketiga atau naik kereta selama 13 jam.

Penerbangan langsung antara Ukraina dan Rusia akan dihentikan pada Minggu esok saat sanksi baru dari Kiev mulai diterapkan.

Moskow menyebut larangan terbang buat maskapai Rusia adalah sebuah "kegilaan" namun kemudian mereka mengumumkan akan melakukan hal yang sama.

Ukraina mengatakan, penerbangan akan berakhir pada tengah malam Sabtu, setelah <link type="page"><caption> pertemuan terakhir membahas krisis gagal mencapai kesepakatan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150926_dunia_larang_pesawat" platform="highweb"/></link>.

Sekitar 70 ribu penumpang per bulan akan terdampak.

Sanksi ini dimaksudkan untuk menghukum <link type="page"><caption> Rusia karena telah menlakukan aneksasi Krimea</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2014/03/140321_krimea_rusia_ukraina_aneksasi" platform="highweb"/></link> dan mendukung pemberontak bersenjata di Ukraina timur. Sanksi yang diterapkan di tengah gencatan senjata yang berlangsung menunjukkan betapa buruknya hubungan Rusia-Ukraina.

Rusia menyebut bahwa Ukraina justru akan merugi dengan sanksi ini, karena sebagian besar penumpang adalah warga Ukraina yang berperjalanan untuk bekerja di Rusia, mengunjungi kerabat, atau sedang transit.

Namun dua pertiga dari keseluruhan penumpang menaiki maskapai Rusia.

Menteri perhubungan Rusia sudah memperkirakan bahwa kerugian dari penjualan tiket di kedua negara tersebut bisa mencapai US$110 juta atau sekitar Rp1,4 triliun per tahun.

Kebanyakan penumpang adalah warga Ukraina tapi mereka menggunakan maskapai Rusia.

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Kebanyakan penumpang adalah warga Ukraina tapi mereka menggunakan maskapai Rusia.

Pelarangan itu sudah membuat marah penumpang dari kedua negara.

"Pemerintah mengambil keputusan dan selalu rakyat yang menanggungnya," kata warga Ukraina, Alexander Vyshnevsky, setelah mendaftar untuk check-in di salah satu penerbangan terakhir ke Kiev dari Moskow.

Dia baru saja mengunjungi istri dan anak perempuannya yang warga Rusia.

"Rusia dan Ukraina seperti satu negara buat saya. Separuh dari warga Ukraina menikah dengan warga Rusia. Jadi ini tidak masuk akal," kata Vyshnevsky.

"Ini bodoh," kata Konstantin Fokin, warga Rusia, sebelum menaiki penerbangan ke Kiev. Saudarinya tinggal di Ukraina sehingga penerapan sanksi akan mempersulit kunjungan.

"Banyak orang punya saudara dan kerabat di Rusia dan Ukraina dan mereka mau berkomunikasi. Kini tergantung pada pemerintah untuk menghentikan kebodohan ini," kata Fokin.

Pertemuan untuk menemukan titik kompromi tengah berlangsung - tapi sejauh ini tanpa hasil - dan di tahap ini peluangnya kecil akan tercapai kesepakatan.

Maka, mulai Minggu, penumpang terpaksa menaiki rute yang lebih mahal dan lama lewat negara ketiga atau menyiapkan diri untuk naik kereta selama 13 jam.