Rusia resmi sahkan aneksasi Krimea

Sumber gambar, c
Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani undang-undang yang mengesahkan pencaplokan Krimea dari tangan Ukraina, meskipun dikenai sanksi oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat.
Penandatanganan undang-undang aneksasi disaksikan antara lain oleh ketua dua majelis parlemen, Valentina Matviyenko dan Sergei Naryshkin.
Usai penandatanganan, Putin memerintahkan pesta kembang api di Moskow dan di Krimea pada Jumat malam (21/03) guna merayakan masuknya wilayah Krimea ke dalam Federasi Rusia.
Sebelumnya Uni Eropa menambah jumlah pejabat Rusia yang dikenai sanksi terkait dengan pencaplokan Krimea. Ukraina dan Uni Eropa juga menandatangani kesepakatan untuk menjalin hubungan politik lebih erat.
Sementara itu, Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa sepakat mengirim pemantau ke Ukraina setelah Rusia mencabut keberatannya.
Misi selama enam bulan akan terdiri dari 100 pemantau sipil dari berbagai negara. Mereka akan diterjunkan di sembilan kawasan Ukraina, termasuk di bagian timur laut, tempat terjadinya kekerasan antara aktivis pro-Ukraina dan pro-Rusia.
Misi internasional tidak akan pergi ke Krimea tetapi Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan keputusan ini " merupakan langkah yang membantu upaya menekan eskalasi".





