Uni Eropa menambahkan sanksi Krimea

Sumber gambar, afp
Uni Eropa menerapkan sanksi pada 12 orang lagi terkait dengan aneksasi Rusia terhadap Krimea, yang merupakan bagian dari Ukraina.
EU mengatakan <link type="page"><caption> Rusia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/rusia/" platform="highweb"/></link> akan menyebabkan "masalah besar" jika meneruskan langkah merusak kestabilan Ukraina.
Presiden Amerika Serikat Barack <link type="page"><caption> Obama juga</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140319_rusia_ukraina_sanksi.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> mengumumkan sanksi tambahan AS</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140319_rusia_ukraina_sanksi.shtml" platform="highweb"/></link> sementara Rusia bersiap-siap merampungkan traktat untuk memasukkan Krimea ke dalam Federasi Rusia.
Awal minggu ini EU mengumumkan pembekuan aset dan larangan perjalanan terhadap 21 orang di Rusia dan Ukraina. AS mengeluarkan sanksi yang sama terhadap 11 orang.
Uni Eropa dan Ukraina, Jumat 21 Maret, akan menandatangani bagian dari perjanjian yang memicu kerusuhan yang menimbulkan korban jiwa di negara itu pada bulan November.
Pemimpin EU akan menandatangani sisi politis Kesepakatan Penggabungan dengan Perdana Menteri sementara Ukraina, Arseniy Yatsenyuk, di Brussels, Belgia.
Keputusan presiden pendukung Moskow Viktor Yanukovich menarik diri dari kesepakatan Uni Eropa menimbulkan unjuk rasa yang berhasil menjatuhkan Yanukovich bulan Februari.
Moskow kemudian mengambil alih daerah Krimea yang sebagian besar penduduknya etnis Rusia.
<link type="page"><caption> Krimea memutuskan bergabung dengan Rusia lewat referendum</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140317_crimea.shtml" platform="highweb"/></link> yang dianggap ilegal oleh Kiev dan pihak Barat.
<link type="page"><caption> Traktat bergabung dengan Rusia telah disepakati majelis rendah Rusia,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140318_rusia_krimea_tratktat.shtml" platform="highweb"/></link> Duma, dan diperkirakan akan diratifikasi majelis tinggi hari Jumat.









