PBB dan LSM asing diusir pemberontak Ukraina

Sumber gambar, AP
Pimpinan badan kemanusiaan PBB menyatakan kecemasannya, karena lembaga-lembaga PBB diusir keluar dari kawasan Luhansk yang dikuasai pemberontak di timur Ukraina.
Stephen O'Brien mengatakan bahwa mereka diperintahkan untuk pergi hari Jumat (24/9) ini, sementara sejumlah lembaga swadaya, atau NGO internasional dipusir dengan batas waktu Sabtu.
sebelumnya, para pemberontak di Luhansk melarang operasi dari 10 lembaga bantuan internasional dengan dalih "pelanggaran" (atas ketentuan yang mereka tetapkan.")
Pemberontak pro Rusia merebut sebagian kawasan Luhansk dan Donetsk, tahun lalu.
hampir 8.000 orang telah terbunuh sejak pertempuran meletus di Ukraina timur April 2014, sebulan setelah Rusia mencaplok semenanjung Krimea.
Dalam sebuah pernyataan, Stephen O'Brien mengatakan, "otoritas de facto" di Luhansk telah mengusir badan-badan PBB dan LSM internasional.
Ia mengatakan, kegiatan-kegiatan badan-badan PBB di kawasan Dontesk yang dikuasai pemberontak, telah dihentikan.
Ia menyerukan agar para pemberontak "di Luhansk dan Donetsk untuk menjamin segara berlangsungnya lagi kegiatan PBB dan LSM"
Diperingatkannya, pembatasan kiriman bantuan menghambat pasokan 16.000 ton bahan kebutuhan pokok.
"Rumah-rumah sakit tak bisa melakukan pembedahan karena tidak ada zat anestesi. dan 150.000 orang tak bisa mendapatkan pembagian bahan makanan bulanan," kata O'Brien.
Hari Kamis, para pemberontak di Luhansk menolak pendaftaran 10 dari 11 LSM internasional. Mereka juga menuduh MSF -Dokter Lintas Batas- telah menimbun secara ilegal obat-obat (bius) psikotropik
MSF dan LSM lain membantah semua tuduhan itu.











