David Cameron memulai misi perdagangan di Asia Tenggara

Sumber gambar, Reuters
Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan, kunjungannya di Asia Tenggara yang dimulai dengan Jakarta Senin (27/7) ini akan menghasilkan kesepakatan bisnis bernilai lebih dari £750 juta (lebih dari Rp15 triliun).
Cameron akan ditemani 31 pemimpin bisnis Inggris dalam misi perdagangan yang mendominasi perjalanan empat harinya itu.
PM Cameron mengatakan ingin menjalin hubungan dengan pasar di wilayah itu yang berkembang begitu cepat, dengan barang dan jasa dari Inggris.
Di bidang lain, selama kunjungannya<link type="page"><caption> Cameron juga akan mendiskusikan ancaman</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/07/150726_indonesia_dubesinggris" platform="highweb"/></link> dari kelompok yang menamakan diri mereka Negara Islam (ISIS) dan isu perubahan iklim.
Pesan Jokowi
Presiden Joko Widodo sudah menyinggung kunjungan PM Cameroon itu di laman Facebooknya.
"Pagi ini sebelum mulai bekerja, saya ingin berbagi dua informasi yang kita harapkan menjadi sinyal bagus untuk ekonomi Indonesia di tengah ekonomi global yang sedang lesu," demikian Jokowi memulai postingnya.
"Yang pertama, hari ini saya akan menerima kunjungan Mr. David Cameron, Perdana Menteri Perserikatan Kerajaan Britania Raya (Inggris) dan Irlandia Utara untuk membicarakan kerja sama yang menguntungkan ekonomi kedua negara."
Yang kedua, tulis Jokowi, ia menerima telepon dari dua pemimpin negara Teluk.
"Dalam pembicaraan telepon kedua pemimpin negara sahabat tersebut menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan investasi dan kerjasama ekonomi dengan Indonesia."
Jokowi mengklaim, "antusiasme negara-negara sahabat itu adalah cerminan dari kuatnya "kepercayaan" mereka atas fundamental dan potensi ekonomi Indonesia."
Selain Indonesia, Perdana Menteri Cameron juga akan mengunjungi Malaysia, Vietnam dan Singapura.
Menteri bisnis Sajid Javid memimpin sebuah delegasi terpisah ke wilayah ini.














