Pilot Inggris ikut melakukan pengeboman di Suriah

harrier inggris

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Parlemen Inggris menolak penyerangan Suriah melalui pemungutan suara tahun 2013.

Pilot-pilot asal Inggris Raya yang tergabung dalam pasukan sekutu melakukan pengeboman terhadap sasaran-sasaran kelompok yang menamakan diri negara islam atau ISIS di Suriah.

Hal ini terjadi sekalipun ada pemungutan suara di parlemen Inggris tahun 2013 yang menentang aksi militer Inggris di Suriah.

Informasi ini muncul menyusul permintaan informasi yang dilakukan oleh kelompok hak asasi manusia di Inggris, Reprieve.

Sekitar 20 personel, termasuk 3 orang pilot, tergabung dalam pasukan kekuatan koalisi, bersama pasukan dari Amerika Serikat dan Kanada.

Anggota parlemen dari Partai Konservatif John Baron mengatakan para personel itu harus ditarik karena parlemen sudah "memutuskan tak ada intervensi militer."

Ia mengatakan kepada BBC pemerintah harus menjelaskan posisi mereka yang "tak sensitif terhadap kehendak parlemen."

Kementrian pertahanan menjelaskan, "Pasukan Inggris yang bergabung beroperasi seakan mereka merupakan bagian dari pasukan tuan rumah, dan tunduk di bawah komando mereka."

Tahun lalu, parlemen Inggris menyetujui usulan pasukan Inggris untuk melakukan pengeboman posisi-posisi militan di Irak.

Menteri pertahanan Inggris, Michael Fallon bulan lalu mendesak parlemen untuk memperhitungkan kemungkinan mendukung serangan udara terhadap ISIS di Suriah.

Inggris saat ini sudah melakukan operasi pengamatan melalui udara dan pengisian bahan bakar di atas langit Suriah.