Program nuklir Iran dirundingkan

Fasilitas nuklir Iran

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Perundingan di Wina bertujuan membatasi program nuklir Iran.

Iran dan enam negara hari ini (18/02) mulai mengadakan perundingan putaran pertama menuju kesepakatan jangka panjang mengenai program nuklir pemerintah Iran.

Perundingan di Wina, Austria, dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh Amerika Serikat, Cina, Rusia, Inggris, Prancis dan Jerman, selain Iran sendiri.

Para perunding dijadwalkan memajukan kesepakatan sementara yang dicapai November lalu.

Dalam k<link type="page"><caption> esepakatan sementara</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140113_iran_nuklir.shtml" platform="highweb"/></link> disebutkan bahwa Iran setuju membatasi pengayaan uranium dan sebagai imbalannya, sejumlah sanksi internasional atas Iran dilonggarkan.

Baik Iran maupun Amerika Serikat mengecilkan prospek adanya terobosan dalam perundingan kali ini.

Sehari sebelum perundingan dimulai, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan ia "tidak optimistik" dan memperkirakan perundingan tidak akan mengarah ke mana-mana.

Namun Ayatollah Ali Khamenei menegaskan ia tidak menentang perundingan.

Teheran menegaskan program nuklirnya adalah untuk tujuan damai semata. Pemerintah Iran meminta agar semua sanksi yang telah merusak perekonomian negara itu dicabut.

Tetapi negara-negara Barat yakin Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir dan meminta agar semua kegiatan nuklir yang sensitif dibatasi agar negara itu tidak mampu merakit bom atom dalam waktu cepat.