Perundingan nuklir Iran dilanjutkan

Perundingan di Jenewa
Keterangan gambar, Perundingan mencapai kemajuan pada hari kedua tetapi beberapa masalah masih menghadang.

Perundingan mengenai program nuklir Iran memasuki hari ketiga di Jenewa.

Delegasi Iran dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif.

Lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Amerika Serikat, Prancis, Rusia, Inggris, dan Cina -ditambah Jerman- diwakili oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton.

Mereka berusaha menghasilkan kesepakatan dengan tujuan membatasi program nuklir Iran dengan imbalan pelonggaran sejumlah sanksi internasional.

Namun sejauh ini para delegasi kesulitan mewujudkan kesepakatan sementara.

Delegasi Iran mengatakan masih terdapat "masalah-masalah serius" yang perlu diselesaikan sementara seorang diplomat Barat menyebut adanya "jurang besar".

Dalam perundingan hari kedua (21/11), kedua pihak mengaku telah mencapai kemajuan berarti tetapi sejumlah masalah serius perlu ditangani.

Sementara itu di Amerika Serikat, Senator Demokrat Harry Reid mengatakan Senat akan mengesahkan sanksi-sanksi baru atas Iran bulan depan, bila perundingan nuklir di Jenewa tidak membuahkan hasil.

Iran berkali-kali menggarisbawahi bahwa program nuklirnya untuk tujuan damai, tetapi berbagai negara lain khawatir Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir.

Menjelang perundingan di Jenewa pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan <link type="page"><caption> bahwa negaranya tidak akan mundur</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131120_iran_ayatollah_nuklir.shtml" platform="highweb"/></link> "sejengkal pun" dari hak-hak atas nuklir.