Iran 'tak akan mundur' dari program nuklir

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan bahwa negaranya tidak akan mundur "sejengkal pun" dari hak-hak atas nuklir.
Pernyataan pemimpin tertinggi Iran dikeluarkan bertepatan dengan pelaksanaan perundingan nuklir Iran di Jenewa (20/11).
"Kami menegaskan bahwa kami tidak akan mundur sejengkal sekalipun dari hak-hak kami," kata Ayatollah Khamenei.
Ayatollah Ali Khamenei mengatakan ia tidak akan melakukan campur tangan secara langsung dalam perundingan, tetapi ia telah menetapkan "garis-garis merah" bagi juru runding Iran.
"Tentu saja terdapat garis-garis merah dan batas-batas tertentu. Hal-hal tersebut harus dipatuhi. Mereka diperintahkan untuk mematuhi batas-batas itu," jelas Ayatollah Ali Khamenei.
Kesepakatan
Ia menambahkan agar negara-negara lain yang terlibat dalam perundingan, Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Rusia, Inggris dan Cina, tidak menekan Iran lebih jauh.
"Mereka harus paham bahwa bangsa Iran menghormati semua negara di dunia, tetapi kami akan menampar semua agresor di muka dengan cara yang tidak pernah bisa mereka lupakan."
Para juru runding dari Iran dan enam negara berharap dapat mewujudkan kesepakatan sementara yang memungkinkan Iran mengerem program nuklir kontroversial dengan imbalan pencabutan terbatas sanksi internasional.
Sehari sebelumnya Presiden Amerika Serikat <link type="page"><caption> Barack Obama mendesak kepada Senat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131120_as_sanksi_iran.shtml" platform="highweb"/></link> untuk tidak mengajukan sanksi baru atas Iran agar upaya diplomasi bisa dikedepankan.









