Perundingan nuklir Iran 'berjalan alot'

Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, mengatakan putaran baru perundingan tentang program nuklir negaranya mengalami kemajuan tapi juga mengakui bahwa pembicaraan berlangsung alot.
Zarif menyampaikan perkembangan ini setelah digelar fase awal perundingan dua hari di Jenewa, Swiss, yang diikuti Iran, lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB -Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, Cina- dan Jerman.
"Perundingan berlangsung baik. Akan ada pembicaraan yang lebih terperinci nantinya. Kami mencatat kemajuan tapi ini adalah pembicaraan yang alot," kata Zarif kepada kantor berita Reuters, hari Kamis (07/11).
Wakil Zarif, Abbas Araqchi mengatakan ada upaya dari kedua pihak untuk mencari titik temu.
"Kami akui ini bukan hal yang mudah untuk diwujudkan. Tapi kami berada di jalur yang benar. Tentunya kami berharap akan ada kesepakatan setelah pertemuan berakhir," kata Araqchi.
Ini adalah untuk pertama kalinya program nuklir Iran dibahas secara terperinci dalam beberapa tahun terakhir.
Ditentang Israel
Negara-negara Barat diperkirakan mendesak Iran untuk menghentikan program nuklir sesegera mungkin dengan imbalan pencabutan sebagian sanksi yang selama ini diterapkan terhadap pemerintah di Teheran.
Barat meyakini tujuan utama program Iran adalah untuk membuat senjata nuklir, sedangkan para pejabat Iran bersikukuh bahwa program ini semata-mata untuk kepentingan damai.
Harapan menghangatnya hubungan Iran dan Barat muncul sejak Agustus lalu ketika Hassan Rouhani terpilih sebagai presiden menggantikan Mahmoud Ahmadinejad yang sudah dua kali menjabat.
Israel -yang menentang keras program nuklir Iran- sementara itu menentang kemungkinan pemberian konsesi untuk Iran.
Dalam pidato di Jerusalem, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan memberikan konsesi kepada Teheran sama dengan "melakukan kesalahan sejarah".
"Yang kami pahami akan ada konsensi untuk Iran. (Bila demikian halnya) Iran akan tetap memiliki kemampuan mengembangkan senjata nuklir," kata Netanyahu.
"Israel jelas menentang konsesi semacam ini. Usul konsensi untuk Iran harus ditolak," katanya.









