IAEA berkunjung ke reaktor Arak di Iran

Para inspektur badan tenaga atom PBB, IAEA, sedang berkunjung ke reaktor air berat Iran untuk pertama kalinya dalam waktu dua tahun lebih.
Reaktor Arak memiliki kaitan dengan sebuah reaktor yang sedang dibangun di dekatnya, yang dikhawatirkan akan digunakan untuk memproduksi bom nuklir.
<link type="page"><caption> Iran</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/iran/" platform="highweb"/></link> berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya untuk tujuan damai.
Kunjungan IAEA ke reaktor Arak berlangsung dua pekan setelah kesepakatan antara Iran dengan negara-negara Barat tentang program nuklir, <link type="page"><caption> yang </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131124_iran_nuklir_sepakat.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> dicapai di Jenewa</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131124_iran_nuklir_sepakat.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> akhir bulan lalu.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131124_iran_nuklir_sepakat.shtml" platform="highweb"/></link>
Iran sepakat untuk membatasi kegiatan nuklirnya selama enam bulan dan sebagai imbalan sebagian sanksi internasional atas negara itu dicabut.
Reaktor Arak penting karena jika pembangunan totalnya selesai maka akan memiliki kemampuan untuk memproses plutonium, yang merupakan satu langkah maju untuk menghasilkan senjata nuklir.
Pemeriksaan atas reaktor Arak berlangsung selama sehari dan para inspektur IAEA akan langsung kembali ke kantor pusatnya di Austria.
IAEA sebelumnya melakukan kunjungan secara teratur ke reaktor Arak -sekitar 320 km dari ibukota Teheran- hingga Agustus 2011 namun tidak mendapatkan informasi atas rincian rancangan yang diperbarui sejak 2006.









