Israel sebut kesepakatan Iran 'kesalahan bersejarah'

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kesepakatan tentang program nuklir Iran merupakan "kesalahan bersejarah".
Iran sepakat untuk menghentikan sebagian kegiatan pengayaan uranium selama enam bulan, sebagai bagian dari <link type="page"><caption> kesepakatan nuklir dengan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131124_iran_nuklir_sepakat.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> enam negara besar</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131124_iran_nuklir_sepakat.shtml" platform="highweb"/></link> di Jenewa, Swiss yang dicapai Minggu (24/11).
Kesepakatan itu diraih dengan imbalan dilonggarkannya sanksi senilai US$7 miliar.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyambut kesepakatan yang ia sebut mencakup "pembatasan yang akan mencegah Iran membangun senjata nuklir."
Iran juga sepakat memberikan akses lebih banyak kepada para pengawas nuklir.
Namun dalam jumpa pers, PM Netanyahu mengatakan Israel tidak akan terikat dengan kesepakatan seperti itu.
Pertemuan rahasia AS, Iran
"Kami tidak bisa dan tidak akan membiarkan satu rezim yang menyerukan penghancuran Israel untuk mendapatkan langkah mencapai tujuan ini," kata Netanyahu kepada para kabinetnya.
"Israel memiliki banyak rekan dan sekutu namun saat mereka salah, merupakan tugas saya untuk berbicara," tambahnya.
Komentar Israel itu muncul setelah terungkap bahwa Amerika dan Iran melakukan serangkaian pertemuan langsung dalam bulan-bulan terakhir ini yang memungkinkan tercapainya kesepakatan.
Namun pertemuan itu dirahasiakan dari negara-negara sekutu Amerika.
Paling tidak lima pertemuan termasuk yang melibatkan wakil menteri luar negeri William Burns, penasehat luar negeri Wakil Presiden Joe Biden, Jake Sullivan serta para pejabat Iran dilakukan sejak Maret lalu di tempat yang dirahasiakan termasuk di Oman, menurut kantor berita Associated Press.









