Iran mengundang IAEA ke reaktor Arak

Badan tenaga atom PBB, IAEA, mengatakan sudah diundang oleh Iran untuk berkunjung ke salah satu fasilitasnya yang terkait dengan program nuklir.
Kunjungan pada bulan depan itu ditujukan untuk reaktor air berat Arak, yang diyakini mampu menghasilkan plutonium.
Kepala IAEA, Yuyika Amano, sudah mengumumkan kepada para wartawan bahwa kunjungan akan dilakukan pada Minggu 8 Desember.
Kedatangan IAEA ini menyusul <link type="page"><caption> kesepakatan yang </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131124_iran_nuklir_sepakat.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> dicapai dicapai di Jenewa akhir pekan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131124_iran_nuklir_sepakat.shtml" platform="highweb"/></link> antara Iran dengan enam kekuatan dunia lain.
IAEA mengatakan akan mencari jalan untuk mewujudkan kesepakatan, yang mensyaratkan <link type="page"><caption> Iran</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/iran/" platform="highweb"/></link> mengurangi kegiatan nuklirnya dengan imbalan dilunakkannya sanksi internasional atas Teheran.
Kesepakatan antara lain juga menyebutkan Iran tidak akan melakukan uji coba energi nuklir, menghasilkan energi lebih banyak atau memasang komponen yang masih ada.
IAEA sebelumnya melakukan kunjungan secara teratur ke reaktor Arak -sekiar 320 km dari ibukota Teheran- hingga Agustus 2011 namun tidak mendapatkan informasi atas rincian rancangan yang diperbarui sejak 2006.
Kesepakatan nuklir Iran ini disambut baik secara meluas namun <link type="page"><caption> Israel menyebutnya sebagai 'kesalahan bersejarah'.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131124_israel_iran.shtml" platform="highweb"/></link>









