Iran batasi proses pengayaan uranium

Sumber gambar, AP
Badan nuklir PBB, IAEA, mengatakan Iran sudah mulai menerapkan isi kesepakatan nuklir.
Sebelumnya, televisi pemerintah Iran mengatakan para pengawas PBB berada di sejumlah pusat nuklir di negara tersebut, mengawasi penutupan kegiatan pengayaan uranium hingga kadar tertentu.
Kepala Organisasi Energi Atom Iran dilaporkan mengatakan 'gunung es sanksi masyarakat internasional' terhadap Iran mulai mencair.
Berdasarkan kesepakatan baru ini Iran tidak akan lagi mengayakan uranium dengan kadar hingga 20%.
Persediaan uranium dengan kadar tersebut 'akan dinetralkan'.
Sebagai imbalan, Uni Eropa dan pemerintah Amerika Serikat akan melonggarkan sejumlah sanksi yang selama ini diterapkan terhadap pemerintah di Teheran.
Dengan pelonggaran ini, terhitung mulai hari Senin (20/01) Iran bisa kembali mengekspor produk petrokimia dan produk-produk lain, yang bernilai miliaran dolar.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, mengatakan dirinya berharap akan bisa digelar putaran baru perundingan dengan Iran jika implementasi kesepakatan bisa berjalan lancar hari ini.
Langkah Iran hari ini adalah bagian dari kesepakatan dengan Amerika Serikat, Cina, Rusia, dan sejumlah negara besar Eropa November lalu.
Barat selama ini menuduh Iran berusaha membuat senjata nuklir namun Teheran menegaskan bahwa proyek nuklir ini untuk kepentingan damai.









