Bawa bayi, anggota parlemen Kenya diusir dari ruang parlemen dan sidang sempat terhenti

Suasana pembukaan sidang parlemen di Kenya

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Suasana pembukaan sidang parlemen di Kenya.
Waktu membaca: 1 menit

Seorang perempuan anggota parlemen Kenya diusir dari ruang parlemen di ibukota Nairobi karena membawa bayinya ke dalam ruangan ketika sidang parlemen sedang berlangsung.

Anggota parlemen tersebut, Zulekha Hassan mengatakan ia sedang mengalami "keadaan darurat" sehingga terpaksa membawa bayinya ke dalam ruang sidang.

Jalannya persidangan, yang disiarkan langsung oleh lembaga penyiaran publik Kenya, KBC, sempat terganggu ketika ia masuk ke dalam ruang menggendong bayinya yang menurut laporan beberapa media berumur kurang dari lima bulan.

Saat itu di dalam ruang parlemen anggota dewan sedang melakukan pembahasan mengenai masalah maritim di Kenya.

Hentikan X pesan, 1
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 1

Wakil ketua parlemen mengalami kesulitan dalam mengendalikan ketertiban di dalam ruang sidang karena beberapa anggota parlemen mulai berteriak, dan beberapa di antara mereka terlibat saling dorong.

Ia lalu meminta Zulekha, yang merupakan wakil dari daerah pemilihan Kwale, untuk keluar dari ruangan dan berkata bahwa tindakan Zulekha, "belum pernah terjadi".

Zulekha Hassan kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa parlemen telah menyetujui untuk membuat ruang untuk menyusui sejak tahun 2013, tapi belum kunjung mewujudkannya hingga kini.

"Saya mencoba untuk meninggalkan bayi saya di rumah. Tapi hari ini keadaan saya darurat. Saya tak bisa apa-apa. Kalau saja parlemen punya ruang penitipan bayi, saya bisa menitipkan bayi saya di sana," kata Zulekha.

Hentikan X pesan, 2
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 2

"Kita menginginkan lebih banyak perempuan menduduki parlemen, maka kita perlu menyediakan atmosfer yang lebih ramah untuk keluarga," katanya lagi.

Menurut aturan parlemen, "orang asing" termasuk anak-anak, tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam ruangan parlemen.

Drama pengusiran ini memunculkan debat di media sosial di Kenya.