Staf Konsulat Prancis didakwa selundupkan senjata dari Gaza untuk pihak Palestina

Sumber gambar, JACK GUEZ/AFP
Seorang warga negara Prancis yang bekerja di Konsulat Prancis di Yerusalem dihadirkan di pengadilan Haifa, Israel, hari Senin ini (19/03) dengan dakwaan menyelundupkan senjata untuk Palestina.
Badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, mengatakan Romain Franck, 23, ditangkap pada Februari lalu.
"Staf konsulat menyelundupkan senjata dalam lima kesempatan. Ia membawa 70 senjata api dan dua senapan otomatis."
Ditambahkan oleh Shin Bet bahwa Franck menggunakan mobil diplomatiknya untuk menyelundupkan senjata dari Gaza karena pemeriksaan terhadap mobil diplomat biasanya tidak seketat kendaraan-kendaraan lain.
Lima kali perjalanan
Menurut Shin Bet, Franck bertindak demi mendapatkan keuntungan finansial. Para pejabat Israel juga menegaskan bahwa Franck menyelundupkans senjata tanpa sepengetahuan atasannya.
Romain Franck diketahui mendapat senjata dari seorang warga Palestina yang bekerja di Pusat Kebudayaan Prancis di Gaza.

Sumber gambar, SHIN BET
Ia lantas menyerahkan senjata-senjata itu kepada pihak ketiga di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel. Senjata-senjata tersebut tidak dibawa dalam satu perjalanan tetapi lima kali.
"Ini merupakan insiden paling serius, ironisnya memanfaatkan imunitas dan hak-hak istimewa lain yang diberikan Israel kepada perwakilan asing," kata Shin Bet dalam pernyataan tertulis.

Sumber gambar, SHIN BET
Seorang juru bicara Kedutaan besar Prancis di Tel Aviv mengatakan kepada kantor berita AFP, "Kami menganggap masalah ini secara serius dan berhubungan dengan pihak berwenang Israel."
Selain Franck, pihak berwenang Israel menangkap delapan orang lainnya. Enam di antara mereka dihadirkan ke pengadilan hari Senin ini (19/03).
Di antara yang ditangkap termasuk seorang warga Yerusalem timur yang bekerja sebagai petugas keamanan di Konsulat Prancis, kata Shin Bet.
Israel sudah lama berusaha mencegah senjata sampai ke tangan kelompok-kelompok militan Palestina.
Israel dan Mesir memberlakukan blokade di sekitar Jalur Gaza untuk mencegah penyelundupan senjata dan sekaligus mencegah serangan oleh militan di Gaza.
Pihak berwenang juga memberlakukan sejumlah langkah keamanan untuk mencegah senjata jatuh ke tangan sel-sel militan di Tepi Barat.
The statement said the French consulate employee received the guns from a
Palestinian in Gaza who worked at the French cultural centre in the strip.
He then smuggled them into the West Bank to another person who eventually
sold them on to arms dealers, it said.









