Seorang jemaat membekuk lelaki yang menembaki gereja

Sumber gambar, Reuters
Seorang jemaat berhasil menghentikan seorang pria bersenjata yang mengenakan topeng, yang sedang beraksi menembaki orang-orang di dalam sebuah gereja di dekat Nashville, Tennessee.
Serangan tersebut menewaskan satu orang dan melukai beberapa jemaat lainnya.
Tersangka menembak dirinya sendiri dalam pergumulan dengan salah seorang jemaat gereja di Antiokhia itu, namun dia hanya menderita luka-luka.
Jemaat yang wajahnya sempat dipukul dengan senjata itu kemudian mengambil pistol miliknya dari dalam mobil dan menjaga pria bersenjata itu sampai polisi tiba.
Polisi mengatakan jemaat itu bertindak dengan cara yang 'luar biasa berani.'
Seorang perempuan, bernama Melanie Smith yang berusia 39 tahun dari Smyrna, ditemukan tewas di tempat parkir dekat mobil tersangka.
Polisi Nashville mengatakan tersangka penyerang di Gereja Kapel Burnette Kristus adalah Emanuel Kidega Samson, 25 tahun, yang berasal dari Sudan.
Mereka menambahkan bahwa pria bersenjata itu 'mungkin tidak sengaja' menembak bagian dadanya sendiri selama bergumul dengan jemaat tersebut, dan sudah keluar dari rumah sakit.
Dia akan didakwa melakukan pembunuhan dan percobaan pembunuhan.
"Tampaknya dia tidak menyangka ada seseorang yang begitu berani di gereja itu saat jemaat itu melawan dan menghadapinya," kata juru bicara Polisi Nashville Don Aaron.
"Pria ini, adalah jemaat yang luar biasa berani."

Sumber gambar, METRO NASHVILLE PD
Belum diketahui jelas apa yang melatari penembakan tersebut.
Sedikitnya enam orang terluka, semuanya berusia di atas 60 tahun, kecuali jemaat muda tersebut.
Pendeta di gereja tersebut, Joey Spann, beserta istrinya Peggy termasuk di antara mereka yang terluka dalam penembakan tersebut, pihak Christian School Nashville mengatakan Spann mengajar di sekolah itu.
Seorang saksi mata, dikutip surat kabar Tennessean, menuturkan sang pendeta sudah berseru 'lari!' kepada para jemaat saat tersangka memasuki gereja, namun beberapa orang tertembak dari belakang.
"Gereja kami berisi orang-orang lansia. Mereka tidak bisa menghindar," kata Minerva Rosa kepada surat kabar tersebut.









