Polisi AS minta bantuan melacak pelaku penembakan gereja

Sumber gambar, Reuters
Polisi di kota Charleston, Amerika Serikat, meminta bantuan masyarakat melacak pria kulit putih bersenjata yang menewaskan sembilan orang di satu gereja untuk warga keturunan Afrika.
Aparat penegak hukum di kota mengeluarkan foto-foto dari kamera pengawas yang memperlihatkan seorang pria kulit putih berusia 20 tahunan dan mobil yang diduga ia pakai.
Serangan di gereja tersebut diperlakukan sebagai kasus kejahatan bermotif kebencian.
Polisi membenarkan bahwa tersangka berada di dalam gereja selama satu jam sebelum mengeluarkan tembakan.
Lokasi penembakan adalah Gereja Emmanuel yang bersejarah dan dikenal sebagai salah satu gereja Amerika-Afrika tertua di kawasan Amerika Serikat bagian selatan.
Pastor gereja, Clementa Pinckney, <link type="page"><caption> diperkirakan termasuk salah satu korban tewas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/06/150618_dunia_gereja_as_penembakan.shtml" platform="highweb"/></link> dan kepala polisi, Greg Mullen, mengatakan dirinya tak pernah membayangkan insiden ini bisa terjadi di Charleston.
Wali Kota Charleston, Joseph Riley, sementara itu menggambarkan penembakan sebagai tragedi yang sulit digambarkan dengan kata-kata.








