Polisi Prancis tangkap terduga pelaku penabrakan tentara yang 'disengaja'

Pengajaran terduga pelaku

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Polisi menembak pengemudi mobil setelah dilakukan pengejaran dramatis.

Polisi Prancis menembak, melukai dan menangkap seorang pria yang diduga secara sengaja menabrakkan mobil BMW ke arah sekelompok tentara yang berpatroli di ibu kota negara itu, Paris, pada Rabu (09/08).

Ia ditangkap setelah dikejar di sepanjang jalan bebas hambatan menyusul serangan terhadap tentara di Levallois-Perret.

Kini divisi kontraterorisme Kepolisian Prancis mengadakan penyelidikan terhadap peristiwa yang menyebabkan enam tentara mengalami luka-luka, dua di antara mereka mengalami luka serius itu.

Mobil yang diduga digunakan untuk menabrak tentara itu langsung meluncur dengan kecepatan tinggi setelah kejadian di luar barak militer di Levallois-Perret, pinggiran Paris.

Gerard Collomb dan Florence Parly

Sumber gambar, STEPHANE DE SAKUTIN/AFP

Keterangan gambar, Menteri Dalam Negeri Prancis Gerard Collomb (tengah) memberikan keterangan pers bersama Menteri Pertahanan Florence Parly (kanan).

Wali kota setempat Patrick Balkany mengatakan aksi tersebut tak diragukan lagi dilakukan secara sengaja.

Dikatakannya, sebuah kendaraan tampak menunggu di jalan sampai tentara muncul untuk menjalankan tugas mereka.

"Kendaraannya BMW yang melesat dengan cepat, begitu tentara muncul."

Tentara

Sumber gambar, Aurelien Meunier/Getty Images

Keterangan gambar, Tentara mengamankan lokasi kejadian di luar barak militer di Levallois-Perret.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Florence Parly menyebut aksi tersebut sebagai 'tindakan pengecut.'

Seorang saksi mata Thierry Chappé, yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian, menuturkan apa yang disaksikannya.

"Saya tidak melihat dampak kejadian tetapi saya mendengar ada suara keras. Kemudian, saya melihat dari jendela karena saya tinggal di lantai atas dan melihat sekelompok tentara. Dua di antara mereka tergelatak di tanah."

Sejauh ini kepolisian berhati-hati menyebut motif penabrakan dan hanya mengatakan bahwa pengemudi mobil tampaknya sengaja menabrakkan mobil kepada tentara.

Lokasi serangan

Tentara dikerahkan untuk melakukan patroli di tempat-tempat umum setelah serangkaian serangan terorisme itu.

Prancis memberlakukan keadaan darurat sejak November 2015 setelah terjadi serangan teroris di Paris pada November 13 yang menyebabkan 130 orang tewas Sejak peristiwa tersebut, lebih dari 100 orang meninggal dunia dalam serangan bermotifkan jihad.