Serangan Paris: Keterlambatan Belgia, bebaskan Abdeslam

Sumber gambar, Reuters
Terduga pelaku serangkaian serangan Paris, Salah Abdeslam, diizinkan meninggalkan Prancis karena Belgia tidak memberitahu polisi pada waktu yang tepat bahwa pria tersebut terlibat dalam kelompok jihadis, demikian dikatakan anggota senior parlemen Prancis.
Abdeslam sempat dihentikan di perbatasan setelah serangan November, tetapi kemudian dibebaskan.
- <link type="page"><caption> Prancis mengharapkan Abdeslam segera diekstradisi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160318_dunia_brussels_abdeslam" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Abdeslam 'pelaku' bom Paris dapat diekstradisi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160331_dunia_paris_abdeslam" platform="highweb"/></link>
Sebastien Pietrasanta, yang memimpin penyelidikan parlemen Prancis terkait serangan itu mengatakan Belgia memberikan rincian terbatas terhadap dokumen kejahatan Uni Eropa.
Salah Abdeslam akhirnya tertangkap pada tanggal 18 Maret.
Dia sebelumnya dihentikan di perbatasan Prancis dan Belgia pada tanggal 14 November, satu hari setelah serangkaian serangan tersebut.
Dia berada di dalam mobil dengan dua pria lainnya dan ditahan selama 30 menit, namanya ada di dalam Schengen Information System (SIS II), yang memungkinkan negara-negara pada wilayah bebas paspor mengeluarkan peringatan terduga pelaku kejahatan.
Tetapi SIS II hanya memuat informasi tentang tindak kejahatan Salah Abdeslam di masa lalu, tanpa mengaitkannya dengan kelompok militan Islam.





