Abdeslam 'pelaku' serangan Paris 'tak menolak ekstradisi'

Sumber gambar, AFP
Terduga pelaku serangan Paris, Salah Abdeslam, mengubah pandangannya dengan menyatakan tidak akan menolak ekstradisi dari Belgia ke Prancis, kata pengacaranya.
Salah Abdeslam adalah salah seorang yang diduga pelaku utama serangkaian serangan Paris bulan November yang menewaskan 130 orang.
Dia ditangkap dan terluka dalam penggerebekan polisi pada hari Jumat (18/03) di Brussels.
- <link type="page"><caption> #TrenSosial: Solidaritas para bintang bagi korban Brussels</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/03/160324_trensosial_selebritas_bombrussels" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Pencarian tersangka penyerang Brussels berlanjut</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/lapsus_serangan_brussels" platform="highweb"/></link>
Hari Selasa, bom bunuh diri di Brussels menewaskan 31 orang. Serangan tersebut diduga terkait dengan jaringan serangan Paris dan penangkapan Abdeslam.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS telah menyatakan bertanggung jawab terhadap kedua serangan.
Pengacara Abdeslam, Sven Mary, mengatakan kepada media Prancis dia 'berharap segera pergi ke Prancis' agar dia dapat 'menjelaskan dirinya di Prancis'.
Mary sebelumnya mengatakan Abdeslam -warga Prancis berumur 26 tahun kelahiran Belgia- bermaksud menolak ekstradisi ke Prancis, tetapi membantu kerja polisi.
Sementara itu, menteri kesehatan Belgia mengatakan sejumlah orang masih dalam perawatan intensif setelah serangan bom bunuh diri Brussels.
Maggie de Block mengatakan sekitar 300 orang terluka, dan 61 diantaranya masih dalam keadaan kritis serta mengisyaratkan korban meninggal masih akan meningkat.









