Siti Aisyah dan para tersangka lain di balik pembunuhan Kim Jong-nam

Sumber gambar, Getty Images
Pembunuhan kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-nam, di bandara internasional Kuala Lumpur masih menjadi misteri dan melibatkan tersangka dari berbagai bangsa, termasuk Indonesia.
Investigasi oleh pihak kepolisian Malaysia masih terus dilakukan, namun sejauh ini siapa sajakah orang yang terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam?
Korban pembunuhan

Sumber gambar, AP
Korban di balik misteri pembunuhan ini, Kim Jong-nam yang berusia 46 tahun, adalah putra pertama Kim Jong-il dengan ibu seorang artis. Dia merupakan pengkritik tajam terhadap rezim pemerintahan baru Korea Utara yang dipimpin oleh adik tirinya, Kim Jong-un.
Selama bertahun-tahun diyakini bahwa Kim Jong-nam telah dipersiapkan untuk menjadi pemimpin Korea Utara. Namun, tampaknya hal tersebut berakhir setelah Jong-nam tertangkap menggunakan paspor palsu saat pergi ke Jepang.
Apapun alasannya, pada awal tahun 2000-an namanya mulai tenggelam dan dia meninggalkan negara yang tertutup tersebut. Kim Jong-nam dikabarkan sudah lama hidup di pengasingan.
Dan adik tirinya, Kim Jong-un, yang menjadi pemimpin Korea Utara setelah ayah mereka, Kim Jong-il, meninggal dunia pada 2011.
Kim Jong-nam seringnya menetap di Makau, tempat tujuan ketika dia dibunuh saat menunggu penerbangan ke Makau pada 13 Februari di bandara Kuala Lumpur, Malaysia.
Kepolisian Malaysia mengatakan dia diserang oleh dua pelaku wanita yang mengusap kain beracun di wajahnya.
Para tersangka yang ditahan
Kepolisian Malaysia telah menyebutkan nama 11 orang sebagai tersangka atau sedang dicari untuk diinterogasi.
Orang-orang yang sudah ditahan adalah:
- Doan Thi Huong, 28 tahun, warga negara Vietnam, yang merupakan salah satu perempuan tersangka yang mengusap kain beracun di wajah Kim Jong-nam. Dia diperkirakan adalah perempuan yang terlihat di rekaman kamera CCTV sedang memakai atasan putih bertuliskan LOL (laugh out loud - tertawa terbahak-bahak).

Sumber gambar, Reuters

Sumber gambar, REX/SHUTTERSTOCK
- Siti Aisyah, berusia 25 tahun, warga negara Indonesia yang juga menjadi tersangka. Pihak berwenang Indonesia mengatakan Siti mengklaim bahwa dia mengira dirinya hanya ikut serta dalam sebuah acara lelucon TV. Masa penahanannya sudah diperpanjang kepolisian Malaysia.

Sumber gambar, EPA
- Ri Jong Chol, berusia 47 tahun, warga negara Korea Utara yang telah tinggal di Malaysia selama tiga tahun terakhir.

Sumber gambar, Reuters
- Polisi juga telah menahan Muhammad Farid Jalaludin, kekasih Siti Aisyah seorang warga negara Malaysia namun laporan-laporan menyebutkan dia akan segera dibebaskan.

Sumber gambar, Kepolisian Malaysia
Para buronan
- Hyon Kwang Song, berusia 44 tahun, yang bekerja sebagai sekretaris dua di kedutaan besar Korea Utara di Kuala Lumpur. Diyakini masih berada di Malaysia dan dalam pengejaran polisi.

Sumber gambar, AFP/Getty Images
- Kim Uk Il, 37 tahun, pegawai maskapai penerbangan Korea Utara, Air Koryo, yang juga diyakini masih berada di Malaysia.

Sumber gambar, AFP/Getty Images
- Ri Ju U, 30 tahun, orang Korea Utara yang juga dikenal dengan nama 'James dan polisi yakin dia masih berada di Malaysia.

Sumber gambar, AFP/Getty Images
- Ri Ji Hyon, 33 tahun, warga Korea Utara yang diperkirakan sudah pulang melarikan diri ke Pyongyang, Korea Utara.

Sumber gambar, AFP/Getty Images
- Hong Song Hac, 34 tahun, juga diyakini sudah pulang ke negara asalnya Korea Utara.

Sumber gambar, AFP/Getty Images
- O Jong Gil, 55 tahun, warga Korea Utara yang juga diyakini sudah melarikan diri ke Pyongyang.

Sumber gambar, Reuters
- Ri Jae Nam, 57 tahun, dari Korea Utara dan sudah lari kembali ke Pyongyang, Korea Utara.

Sumber gambar, AFP/GETTY IMAGES
Tanggapan Duta Besar Korea Utara

Sumber gambar, AFP
Setelah bertambahnya bukti-bukti yang menunjukkan adanya keterlibatan Korea Utara dalam kasus pembunuhan tersebut, hubungan diplomatik antara Malaysia dengan Korea Utara menjadi retak.
Dengan marah Kang Chol membantah spekulasi yang beredar bahwa negaranya terlibat, dan secara terang-terangan mengkritik pemerintah Malaysia, menuduhnya berkolusi dengan 'kekuasaan musuh'.
Dia menambahkan investigasi polisi Malaysia 'tidak bisa dipercaya' dan insiden tersebut 'dipolitisasi'.
Dalam tanggapannya, kementerian luar negeri Malaysia mengatakan tuduhan Kang Chol tersebut "benar-benar menghina" dan berdasarkan pada "delusi dan kebohongan."
Pertengkaran tersebut terjadi sesaat setelah kematian Kim Jong-nam, ketika Korea Utara meminta Malaysia menyerahkan jenazahnya kepada mereka dan mencoba mencegah autopsi. Malaysia menolak menyetujui permintaan mereka.
Kepolisian Malaysia tidak secara langsung menunjuk Korea Utara sebagai dalang kematian Kim Jong-nam, tetapi mereka mencari beberapa tersangka warga Korea Utara atas pembunuhan tersebut.
Namun, Komite Ahli Hukum Korea (Korean Jurists Committee) mengatakan dalam pernyataan pada hari Kamis (23/2) bahwa investigasi yang dilakukan Malaysia kurang kelayakan dan telah dipengaruhi oleh pemerintah Korea Selatan sehingga menuding Pyongyang atas pembunuhan tersebut.
Korea Utara tidak mengakui bahwa jenazah pria tersebut adalah Kim Jong-nam. Dalam pernyataan mereka pada hari Kamis (23/2) menyebutkan bahwa pria tersebut hanya seorang warga negara Korea Utara yang menggunakan paspor diplomatik.
Pihak berwenang Malaysia meminta anggota keluarga Jong-nam untuk memberikan sampel DNA.
Putra Kim Jong-nam

Sumber gambar, AFP
Spekulasi meluas bahwa putra pertama Kim Jong-nam, Kim Han-sol akan datang ke Malaysia untuk membantu mengidentifikasikan jenazah ayahnya.
Han-sol lahir di Pyongyang pada 1995 tapi dibesarkan di Makau. Dia pernah studi di Bosnia dan Prancis serta dikatakan memiliki pandangan seperti ayahnya yang terbuka tentang dunia.
Dia secara terbuka mengekspresikan harapannya untuk menyatukan dua negara Korea dan menyebut pamannya, Kim Jong-un, sebagai "seorang diktator".
Keberadaannya hingga kini masih belum diketahui.
Kepolisian Malaysia mengatakan pada hari Rabu bahwa belum ada anggota keluarga yang datang.









