Saudara tiri pemimpin Korea Utara dibunuh di Kuala Lumpur

Sumber gambar, AFP
Saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un, diyakini telah dibunuh di bandar udara internasional Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (13/02).
Sumber Inggris yang dekat dengan saudara Kim Jong-Un yang bernama Kim Jong Nam tersebut, kepada BBC mengatakan bahwa Kim Jong Nam diracun.
Sejumlah kesaksian menyebutkan ia diracun dengan menggunakan jarum suntik, beberapa lainnya mengatakan ia disemprot. Ia meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.
Sumber di pemerintah Amerika Serikat mengatakan yakin Kim Jong Nam dibunuh oleh agen-agen rahasia Korea Utara.
Kim Jong Nam adalah putra tertua eks pemimpin Korea Utara Kim Jong-Il dan memilih mengasingkan diri di luar negeri setelah terlibat sengketa dengan sang ayah.
_____________________________________________________________________
Sekilas Kim Jong-Nam
Pria berusia 45 tahun ini merupakan putra tertua mantan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Il.
Dikenal sebagai penggemar komputer, dia mahir berbahasa Jepang dan pernah bersekolah di Rusia dan Swiss.
Setelah menyelesaikan sekolah di luar negeri, Kim tinggal di ibu kota Pyongyang dan mendapat jabatan bertanggung jawab atas kebijakan teknologi informasi Korea Utara.

Sumber gambar, AFP/TOSHIFUMI KITAMURA
Dia meninggalkan Korea Utara setelah tidak mendapat tongkat kepemimpinan Korea Utara karena ayahnya memutuskan dia sebaiknya tidak memimpin negara itu.
Dalam beberapa tahun belakangan, dia diyakini menghabiskan waktunya di Cina dan Malaysia.
Kim Jong-Nam merupakan anak Kim Jong-Il dari hubungan tidak resminya dengan Sung Hae-Rim, seorang bintang kelahiran Korea Selatan yang meninggal dunia di Moskow
_______________________________________________________________________
Di Korea Selatan, stasiun TV Chosun menyebutkan Kim Jong-Nam, yang berusia 45 tahun, diserang oleh dua perempuan di Bandara Internasional Kuala Lumpur dengan jarum beracun.

Sumber gambar, AFP
Kedua tersangka penyerang disebut melarikan diri dengan menggunakan taksi.
Kematian Kim Jong-Nam terjadi dua hari setelah Korea Utara meluncurkan uji coba rudal, yang mendapat kecaman dari Dewan Keamanan PBB.
Kim Jong-Un sedang berupaya memperkuat cengkeraman kekuasaannya di tengah-tengah tekanan internasional akibat uji coba rudal dan nuklirnya.









