Keluarga terpidana mati datangi Nusakambangan

Para pembesuk masuk ke Kompleks Dermaga Wijayapura dan langsung menggunakan kapal ke Dermaga Sodong, Nusakambangan.

Sumber gambar, Liliek Dharmawan

Keterangan gambar, Para pembesuk masuk ke Kompleks Dermaga Wijayapura dan langsung menggunakan kapal ke Dermaga Sodong, Nusakambangan.

Rombongan keluarga terpidana mati yang bakal dieksekusi dalam waktu dekat mendatangi Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah pada Rabu (27/07). Mereka didampingi para pengacara dan sejumlah staf kedutaan besar asing.

Sebagaimana terlihat di area Dermaga Wijayapura, Cilacap, sejumlah mobil minibus dan satu mikrobus tampak hendak menyeberang ke Pulau Nusakambangan.

Salah satu penumpang di dalam mobil adalah istri terpidana mati asal India, Gurdip Singh.

“Tadi mengantarkan istri seorang terpidana dan staf kedubes India,”kata Jonianto, pengantar staf Kedubes India dengan membawa mobil CD 13 04, kepada wartawan di Cilacap, Liliek Dharmawan.

  • <link type="page"><caption> Pelaksanaan eksekusi mati 'dalam waktu dekat' </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160726_indonesia_eksekusi_mati_rum" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Terpidana mati asal India masuk sel isolasi di Nusakambangan </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160725_indonesia_india_nusakambangan_isolasi" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Kedutaan Pakistan terima pemberitahuan eksekusi warganya di Nusakambangan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160725_indonesia_pakistan_kedutaan_eksekusi" platform="highweb"/></link>
Polres Cilacap memasang barikade di depan pintu masuk Dermaga Wijayapura.

Sumber gambar, Liliek Dharmawan

Keterangan gambar, Polres Cilacap memasang barikade di depan pintu masuk Dermaga Wijayapura.

Para pembesuk masuk ke Kompleks Dermaga Wijayapura dan langsung menggunakan kapal ke Dermaga Sodong, Nusakambangan.

Di Dermaga Wijayapura, sterilisasi dilangsungkan sejak Rabu (27/07) pagi. Kawasan dermaga pada radius 300 meter sudah steril. Polisi memasang portal di pintu masuk dermaga. Sedangkan di sekitar kompleks dermaga dipasangi barikade.

“Kami memiliki kewajiban untuk mengamankan proses eksekusi. Polisi juga telah meningkatkan pengamanan dengan memasang water barrier dan penambahan personel di dermaga,”ujar Kepala Subbagian Humas Polres Cilacap, Ajun Komisaris Polisi Bintoro Wasono.

Saat ditanyakan apakah Polres Cilacap yang menyiapkan peti mati, Bintoro menyatakan segala sesuatunya disiapkan. ”Iya. Kami berkoordinasi dengan jaksa eksekutor,” katanya.

Angkatan Laut menggelar patroli di sekitar Pulau Nusakambangan.

Sumber gambar, Liliek Dharmawan

Keterangan gambar, Angkatan Laut menggelar patroli di sekitar Pulau Nusakambangan.

Sementara itu, rohaniawan muslim yang biasa mendampingi terpidana mati, Hasan Makarim, mengatakan belum mendapat penugasan. Meski demikian, sudah dua hari terakhir ia masuk ke Pulau Nusakambangan.

“Seperti biasa, tujuan saat ini mengunjungi LP terdekat. Kalau terkait surat penunjukan pendampingan, sampai sekarang belum ada,” kata Hasan.

Pelaksanaan eksekusi hukuman mati putaran ketiga, menurut juru bicara Kejaksaan Agung, Muhammad Rum, akan dilakukan dalam waktu dekat.

Keluarga Zulfiqar Ali, terpidana mati asal Pakistan, datang ke Kejaksaan Negeri Cilacap guna mendengar pengarahan mengenai eksekusi mati.

Sumber gambar, Liliek Dharmawan

Keterangan gambar, Keluarga Zulfiqar Ali, terpidana mati asal Pakistan, datang ke Kejaksaan Negeri Cilacap guna mendengar pengarahan mengenai eksekusi mati.

Sebelumnya, wakil duta besar Pakistan untuk Indonesia, Syed Zahid Raza, mengatakan sudah ada penjelasan tentang eksekusi yang digelar di Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (26/07). Penjelasan itu juga dihadiri oleh perwakilan kedutaan Nigeria dan India.

Raza mengatakan eksekusi akan dilakukan setelah periode 'notifikasi 72 jam' berakhir.

Sejauh ini, terdapat tiga nama warga asing yang hendak dieksekusi. Mereka adalah Gurdip Singh asal Pakistan, Zulfiqar Ali asal Pakistan, dan Okonkwo Nonso Kingleys dari Nigeria.

Ada pula sejumlah WNI, antara lain Merri Utami dan Freddy Budiman.