Terpidana mati asal India masuk sel isolasi di Nusakambangan

Pulau Nusakambangan mulai disterilisasi dari pembesuk.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Pulau Nusakambangan mulai disterilisasi dari pembesuk.

Proses eksekusi para terpidana mati di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah , semakin dekat. Melalui pengarahan Kejaksaan Negeri Cilacap, pada Selasa (26/07) siang, sejumlah perwakilan kedutaan asing dan keluarga terpidana mati diberitahu bahwa para terpidana mati telah memasuki sel isolasi.

Berdasarkan pemantauan, pengarahan digelar di Kejaksaan Negeri Cilacap sejak pukul 09.00 WIB dan selesai sekitar pukul 11.30 WIB.

Yang datang ke Kantor Kejari Cilacap adalah para jaksa dari berbagai daerah serta keluarga terpidana mati. Bahkan, ada pula staf Keduataan Besar India yang datang menggunakan kendaraan dengan plat nomor CD 13 04.

  • <link type="page"><caption> Kedutaan Pakistan terima pemberitahuan eksekusi warganya di Nusakambangan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160725_indonesia_pakistan_kedutaan_eksekusi" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Pembesuk dilarang berkunjung ke Nusakambangan mulai 25 Juli </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160724_indonesia_nusakambangan_pembesuk" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Mantan Presiden Habibie tak setuju hukuman mati</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/05/160531_indonesia_habibie_hukumanmati" platform="highweb"/></link>

Astrid Claressa, humas Kedutaan India di Jakarta, mengonfirmasi bahwa perwakilan Kedutaan India diberitahu perihal eksekusi mati.

“Kami diberitahu bahwa terpidana mati telah memasuki sel isolasi di Nusakambangan,” kata Astrid kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.

Perwakilan Kedutaan India menghadiri pengarahan yang diadakan di Kejaksaan Negeri, Cilacap.

Sumber gambar, Liliek Dharmawan

Keterangan gambar, Perwakilan Kedutaan India menghadiri pengarahan yang diadakan di Kejaksaan Negeri, Cilacap.

Ketika ditanya apakah terpidana mati yang dimaksud adalah Gurdip Singh, Astrid mengamini. "Ya, benar."

Gurdip Singh, alias Dishal, divonis hukuman mati pada 2005 setelah aparat menangkapnya dalam kasus penyelundupan 300 gram heroin pada Agustus 2004.

Selain Singh, terpidana mati asing lainnya yang akan dieksekusi adalah Zulfiqar Ali asal Pakistan. Kepastian itu diutarakan Wakil Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Syed Zahid Raza.

Kembali ke pertemuan di Kejaksaan Negeri Cilacap, seorang pejabat Kejaksaan Negeri Medan yang datang mengakui pihaknya melakukan pengecekan berkas dengan LP Nusakambangan.

“Kami mengecek berkas atas nama Okonkwo Nonso Kingleys, warga Nigeria,” kata salah seorang jaksa, Olo Paneholan.

Okonkwo merupakan salah satu terpidana mati yang kini berada di LP Nusakambangan dalam kasus penyelundupan 69 butir kapsul berisi heroin seberat 1,18 kilogram (kg) di dalam perutnya. Dia ditangkap pada 25 Oktober 2003 silam.

Pemulasaraan jenazah

Sementara itu, Koordinator Tim Pemulasaraan Jenazah GKJ Cilacap, Suhendro Putro, mengatakan dirinya telah diminta Polres Cilacap untuk melakukan pemulasaraan jenazah di Pulau Nusakambangan.

“Saya sudah diminta untuk memulasarakan jenazah di Nusakambangan. Saya sudah siapkan satu tim yang terdiri dari enam orang untuk melakukan tugas tersebut. Namun untuk kapan tanggalnya, masih belum tahu,” katanya kepada wartawan di Cilacap, Liliek Dharmawan.

Keluarga Zulfiqar Ali, terpidana mati asal Pakistan, keluar dari Kejaksaan Negeri di Cilacap.

Sumber gambar, Liliek Dharmawan

Keterangan gambar, Keluarga Zulfiqar Ali, terpidana mati asal Pakistan, keluar dari Kejaksaan Negeri di Cilacap.

Suhendro yang pada eksekusi jilid 1 dan 2 lalu mendapat pesanan peti mati mengaku dirinya tidak lagi mendapat pesanan peti mati. Seluruhnya sudah dipesan oleh Polres Cilacap.

Secara terpisah, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Molyanto, enggan memberitahu apakah para napi yang bakal dieksekusi sudah diisolasi atau belum. “Kalau sel isolasi sudah siap. Tetapi soal prosedur isolasi, biar nanti yang jawab kejaksaan,” katanya.

Di sekitar Dermaga Wijayapura, Cilacap, berbagi persiapan sudah dilakukan, termasuk sterilisasi dermaga setempat.

Bahkan, Kapolres Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ulung Sampurna Jaya juga mendatangi Pulau Nusakambangan.

“Mulai besok (Rabu, 27/7) lokasi di sekitar dermaga akan disterilkan. Polisi bakal mengerahkan sekitar 1.500 personel kepolisian untuk pengamanan eksekusi,” kata Kepala Subbagian Humas Polres Cilacap Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bintoro Wasono.