Basarnas upayakan pengangkatan badan pesawat AirAsia

Basarnas akan memperpanjang masa pencarian tujuh hari lagi

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Basarnas akan memperpanjang masa pencarian tujuh hari lagi

Badan SAR Nasional (Basarnas) akan kembali berusaha mengangkat badan pesawat AirAsia dari dasar Laut Jawa karena meyakini masih ada jenazah di dalamnya.

Sebelumnya penyelam Basarnas <link type="page"><caption> menemukan lima jenazah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/02/150202_airasia" platform="highweb"/></link> di badan pesawat. Hingga saat ini sudah ada total 88 jenazah yang berhasil ditemukan.

"Dalam dua hingga tiga hari mendatang, fokus Basarnas adalah mengerahkan penyelam untuk mengeluarkan jenazah dan badan pesawat baru akan diangkat setelah tidak ada lagi jenazah di dalamnya," kata Bambang kepada wartawan di Jakarta, Selasa (03/02).

Basarnas khawatir jika badan pesawat diangkat dengan jenazah di dalamnya, maka jenazah bisa terdorong keluar dan terbawa arus.

'Seperti kerupuk'

Sebelumnya Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyatakan TNI menghentikan pengangkatan badan pesawat.

"Pertama koordinasi dengan Ketua KNKT karena bentuk pesawat sudah seperti kerupuk, tidak utuh lagi. Jadi badan pesawat itu sulit diteliti dan rekomendasi KNKT ya sudah pinggirkan saja," kata Moeldoko kepada wartawan BBC Pinta Karana.

"Saya membayangkan di dalam badan pesawat masih ada korban di kursi yang terikat tapi setelah didalami oleh anak-anak, kondisi tidak seperti yang saya bayangkan," kata Moeldoko menambahkan alasannya menghentikan pencarian.

Ia juga sempat mengira penemuan jenazah yang paling baru adalah di dekat Pantai Pangkeb Sulawesi Selatan.

"Saya kira ditemukannya jauh dari badan pesawat, di sekitaran Pangkeb sana," kata Moeldoko.

Meski pun demikian, ia menegaskan bahwa koordinasi antara TNI dan Basarnas berjalan baik.

"Kami berkomunikasi dan TNI siap membantu Basarnas jika dibutuhkan," katanya.

Ia juga menambahkan, Kepala Basarnas sudah mengatakan bahwa sejak pekan lalu, Basarnas mengatakan bahwa kegiatan sudah bisa ditangani oleh Basarnas sendiri karena tidak ada masalah yang spesifik.

"Selain itu kondisi dari prajurit-prajurit saya yang mulai dekompresi (masalah medis yang dialami peneyalm setelam terlalu lama berada di bawah laut) sehingga perlu dikonsolidasikan untuk dirawat dan direhabilitasi," kata Moeldoko.

Sementara itu, Kepala Basarnas Bambang Soelistyo mengatakan setelah kembali ditemukan jenazah dalam empat hari terakhir, maka masa pencarian akan diperpanjang tujuh hari lagi terhitung Sabtu 7 Februari. Jika dalam rentang waktu itu tidak ada lagi korban yang ditemukan, maka pencarian akan dihentikan.