Rute QZ8501 dibekukan, AirAsia akan kerjasama dengan pemerintah

Sumber gambar, EPA
Manajemen AirAsia Indonesia mengatakan akan bekerja sama dengan pemerintah menyusul pembekuan izin penerbangan QZ8501 dari Surabaya-Singapura pulang-pergi.
Presiden Direktur AirAsia Indonesia Sunu Widyatmoko mengatakan keputusan kementrian perhubungan mengenai pembekuan ijin itu dikeluarkan sebagai tahapan evaluasi.
"Dari pembekuan tersebut akan dilakukan tahapan evaluasi kami air asia akan bekerja sama dalam proses evaluasi tersebut. Saya tidak akan memberikan pernyataan apapun, terkait pembekuan ini sampai dengan pemgumuman hasil evaluasi," kata Sunu dalam keterangan pers di Surabaya, Sabtu sore (03/01)
Kementerian Perhubungan Indonesia untuk <link type="page"><caption> sementara mencabut izin terbang AirAsia </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/01/150102_airasia_izin.shtml" platform="highweb"/></link>untuk rute Surabaya-Singapura pulang-pergi karena dinilai telah melanggar izin penerbangan.
Juru bicara Kementerian Perhubungan J.A. Barata, mengatakan penerbangan pada Minggu (28/12) tersebut melanggar ijin, karena ijin yang dikantongi oleh rute Surabaya-Singapura-Surabaya untuk hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu, seperti tertuang dalam izin yang dikeluarkan pada 24 Oktober 2014.
Pembekuan rute itu diberlakukan mulai 2 Januari 2015 hingga ada hasil evaluasi dan investigasi.
Pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 rute Surabaya-Singapura, yang membawa 155 penumpang dan tujuh awak, hilang pada hari Minggu (28/12), dan dinyatakan jatuh di Selat Karimata.
Hingga Sabtu (03/01) petang sudah ditemukan 30 jenazah dan enam sudah berhasil diidentifikasi.

Sumber gambar, EPA










