AirAsia: QZ8501 turun 3.000 kaki dalam hitungan menit

KNKT
Keterangan gambar, Penyelidik KNKT Ertata Lananggalih memperagakan bagaimana QZ8501 diduga terbang pada 28 Desember 2014

Pesawat AirAsia kode penerbangan QZ8501 sempat terbang pada ketinggian 34.000 dan naik 3.000 kaki sebelum turun ke ketinggian awal dalam waktu 3 menit 20 detik, ungkap penyelidik Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Pengamat penerbangan menilai hal itu sebagai sesuatu yang ganjil.

Fakta itu diungkap oleh penyidik KNKT, Ertata Lananggalih di <link type="page"><caption> kantor KNKT</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/01/150129_report_knkt_airasia" platform="highweb"/></link> hari Kamis (29/01).

"Naik kira-kira 3.000 kaki dari sebelumnya (34.000). Pada saat belok naik 3.000 kaki selama kira-kira 30 detik. Habis itu 30 detik lagi dia turun pada ketinggian semula, habis itu pelan-pelan dia turun. Lama turun kira-kira 3 menit 20 detik," ungkap Ertata.

Data menunjukkan hal ini terjadi beberapa menit sebelum pengawas lalu lintas udara (ATC) di Jakarta kehilangan kontak dengan pesawat tersebut Minggu (28/12) pagi.

"Itu suatu gerakan yang perlu diteliti," tambah Ertata.

Tidak lazim

Sementara itu, pengamat penerbangan Gerry Soejatman menilai turunnya pesawat AirAsia dalam kurun waktu beberapa menit tersebut tidak lazim.

"Artinya pesawat itu memang sedang mengalami masalah saat itu. Karena untuk pesawat turun dari 30.000 kaki itu rata-rata 20 menit. Lima belas sampai 20 menit kalau dalam kondisi normal," kata Gerry.

Mantan Ketua Tim Nasional Evaluasi Keselamatan dan Keamanan Transportasi Chappy Hakim mengatakan cuaca buruk dapat menyebabkan pesawat terbang dalam keadaan seperti itu.

"Cuaca jelek itu dampaknya adalah turbulence (pergolakan). Turbulence itu ada heavy turbulence misalnya itu di radar pesawat itu terlihat berwarna merah, dan itu sangat bahaya karena berpotensi menimbulkan downdraft (arus turun) dan updraft (arus naik) itu dan merusak struktur bangun dari pesawat," jelas Chappy kepada wartawan BBC Indonesia Rizki Washarti.

Pesawat AirAsia QZ8501 jatuh di perairan Karimata pada 28 Desember 2014. Seratus enam puluh dua orang berada dalam pesawat jurusan Surabaya-Singapura tersebut.