Pencarian korban AirAsia QZ 8501 dilanjutkan

airasia

Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya Bambang Soelistyo, memastikan operasi pencarian korban pesawat AirAsia QZ 8501 di perairan Selat Karimata akan dilanjutkan selambatnya mulai Sabtu (31/01).

"Setelah jeda dua hari untuk istirahat manusia dan alat, operasi akan dilakukan tujuh hari mulai Sabtu, paling lambat, untuk kemudian dievaluasi. Bisa diperpanjang, bisa ditutup. Tergantung dinamika," kata Bambang dalam konferensi pers di kantor Basarnas di Jakarta, Rabu (28/01).

Menurutnya, pihak keluarga korban sudah memahami akan kondisi tersebut.

Bambang juga menyatakan penarikan unsur-unsur TNI dari <link type="page"><caption> upaya pengangkatan badan pesawat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/01/150127_airasia_hentikan_pencarian" platform="highweb"/></link> tidak akan mempengaruhi operasi pencarian korban oleh Basarnas.

"Unsur-unsur TNI sudah melakukan sesuai skenario kita dari tanggal 17 [Januari] hingga tanggal 27 dengan hasil tambahan [penemuan] 17 korban. TNI telah mengevaluasi dan hasilnya tidak ada jenazah dalam badan pesawat, maka TNI memutuskan menarik unsur yang ada.

"Tapi penarikan unsur TNI tidak ada kaitannya dengan penghentian operasi pencarian," kata Bambang.

Fokus pencarian

Dalam operasi beberapa hari mendatang, fokus pencarian akan dititikberatkan pada 25 mil laut persegi di sembilan titik koordinat yang sudah dideteksi. Titik-titik lain di area prioritas amat mungkin ditambah.

Kekuatan pencarian antara lain dengan dua helikopter dan satu pesawat fixed wing bantuan AirAsia.

Basarnas juga mengerahkan empat kapal serta dua kapal bantuan dari pemerintah Kota Waringin Barat lengkap dengan tim penyelam tradisional.

"Ada 25 penyelam dari Basarnas, 20 penyelam dari SKK Migas yang biasa mengerjakan pekerjaan offshore untuk minyak di bawah laut dan dengan perlengkapan mereka, saya harap bisa menjawab tantangan di medan. Ada juga 15 penyelam tradisional yang ingin bergabung dan saya tampung serta delapan expert [pakar] salvage atau pengangkatan benda di dasar laut yang saya datangkan dari Batam," kata Bambang.

Tim Disaster Victim Identification juga masih bekerja dan ditempatkan di Polda Jawa Timur.