AirAsia QZ8501: Tim SAR gabungan kirim penyelam ke lokasi badan pesawat

Sumber gambar, n
Tim SAR gabungan mengirimkan sejumlah penyelam ke lokasi ditemukannya badan pesawat AirAsia QZ 8501 untuk mencari korban sekaligus mengangkat badan pesawat.
“Mereka sudah menyelam,” kata Direktur Operasional Basarnas di Pangkalan Bun, SB Supriyadi kepada BBC Indonesia, Kamis (15/01) pagi.
Sebelumnya, Kepala Basarnas, Bambang Soelistyo, mengatakan <link type="page"><caption> lokasi badan utama pesawat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/01/150114_airasia_pencarian" platform="highweb"/></link> sudah ditemukan pada Selasa (13/01) oleh kapal Angkatan Laut Indonesia.
AL Singapura kemudian membantu dengan menerjunkan ROV (remotely operated underwater vehicle). Kendaraan yang dikendalikan dari jarak jauh itu kemudian mampu memotret beberapa bagian badan pesawat.
Bambang tidak bisa memastikan apakah ada jenazah penumpang di dalam bagian utama tersebut, seperti yang diperkirakan selama ini. Guna memastikannya, Bambang bertolak ke Pangkalan Bun untuk kali pertama, pada Kamis (15/01),
“Kita harap hari ini dapat mengevakuasi lebih banyak jenazah lagi,” ungkap Bambang.

Sumber gambar, Reuters
Pemakaman pramugara
Sementara itu, jenazah pramugara AirAsia QZ 8501, Oscar Desano, dimakamkan di pemakaman keluarga di Dusun Drajat, Desa Krakitan, Bayat, Klaten, Rabu (14/01) lalu. Oscar ialah pramugara kedua yang diidentifikasi setelah <link type="page"><caption> Wismoyo Ari Prambudi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/01/150104_air_asia_pramugari" platform="highweb"/></link>.
Jenazah Oscar diterbangkan dari Surabaya sekitar pukul 10.00 WIB dan tiba di Masjid At Taqwa, Dusun Drajat, satu setengah jam kemudian. Ratusan pelayat yang terdiri dari kerabat, rekan serta tetangga terlihat memenuhi halaman masjid.
Selama disemayamkan, para pelayat melakukan penghormatan terakhir dan melakukan salat jenazah. Sedangkan istri Oscar yang sedang hamil enam bulan, Desi Purbaningrum, terlihat menangis di serambi masjid.
Setelah semua prosesi upacara pelepasan jenazah, peti jenazah diantarkan menuju makam keluarga yang berjarak sekitar 400 meter.

Totok Gantoro, salah satu kerabat Oscar, menjelaskan bahwa Oscar terakhir kali datang ke keluarga besar Desi di Klaten pada Lebaran tahun lalu. Pasangan itu menikah pada akhir 2013 lalu. "Dia memperkenalkan diri sebagai anggota keluarga baru di keluarga besar kami di Klaten, " ucapnya kepada kontributor BBC Indonesia.
CEO AirAsia Indonesia, Sunu Widyatmoko, mengaku kehilangan sosok Oscar Desano. Menurutnya, Oscar telah bergabung dengan AirAsia sejak 3,5 tahun lalu.
"Kami sebagai keluarga besar AirAsia merasa kehilangan. Kami bersedia membantu apapun kebutuhan dan keinginan pihak keluarga, karena almarhum merupakan bagian keluarga besar AirAsia, " ungkapnya.









