KNKT targetkan laporan final AirAsia rampung 7 bulan

Sumber gambar, REUTERS
Laporan pendahuluan investigasi kecelakaan AirAsia telah diserahkan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) kepada Organisasi Penerbangan Sipil Internasional. KNKT menargetkan laporan akhir selesai dalam tujuh bulan.
Pernyataan itu disampaikan Ketua KNKT Tatang Kurniadi pada hari Kamis (29/01) saat menjelaskan beberapa aspek yang terkandung dalam laporan pendahuluan tersebut.
"Sepuluh bulan setelah kecelakaan akan ada draft final report berisi analisa akan dikirim ke enam negara lain. Sesudah itu final report, isinya ada masukan dari negara lain, tidak hanya dari KNKT, jadi indonesia tidak akan dikomplain karena sudah ada masukan dari negara lain.
"Saya ingin dalam enam atau tujuh bulan final report sudah keluar," kata Tatang.
Berdasarkan data faktual yang didapat KNKT, pesawat AirAsia dengan kode penerbangan QZ8501 dioperasikan dalam batas-batas berat dan keseimbangan yang benar. Semua kru dipastikan memiliki lisensi serta sertifikat kesehatan yang aktif.
"Pesawat diterbangkan oleh second-in-command yaitu kopilot, dan pilot yang memonitor," kata investigator KNKT Mardjono.
Pada pukul 23:11 GMT (06:11 WIB) pesawat berada di ketinggian 32.000 kaki dan terjadi kontak awal dengan petugas menara pengawas lalu lintas udara (ATC) di Jakarta.
"Pada 23:12 GMT pilot meminta kemungkinan diberikan flight level yang lebih tinggi, ATC bilang stand-by artinya tunggu dan pada 23:16 GMT maka ATC mengizinkan pilot untuk naik ke 34.000 kaki," kata Mardjono lagi.
Pada saat kejadian foto satelit menunjukkan ada formasi awan CB dengan puncak di ketinggian 44.000 kaki.
KNKT telah mengunduh data dari rekaman suara di kokpit (CVR) dan data penerbangan (FDR) di laboratorium kotak hitam milik sendiri.
Indonesia, menurut Tatang Kurniadi, adalah satu dari 29 negara yang memiliki laboratorium kotak hitam sendiri. Hingga saat ini Indonesia telah membaca 157 kotak hitam, 73 FDR dan 84 CVR.
Tentang investigasi
Menurut Tatang Kurniadi ada enam negara yang berkepentingan setiap kali terjadi kecelakaan pesawat yaitu:
- Negara dimana kecelakaan terjadi
- Negara tempat pesawat didesain
- Negara tempat pesawat dirakit
- Negara tempat registrasi pesawat
- Negara operator pesawat
- Negara asal penumpang
Dalam kasus AirAsia, pesawat didesain dan dirakit di Prancis tetapi terdaftar di Indonesia dan dioperasikan oleh Indonesia. Negara asal korban adalah Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Inggris dan tentunya Indonesia.
KNKT telah menghubungi negara-negara itu di hari terjadinya kecelakaan yaitu 28 Desember 2014. Laporan faktual dibuat satu bulan pasca kecelakaan dan telah dikirim ke negara-negara terkait pada 28 Januari.
Kronologis pencarian
- 30 Desember Basarnas temukan jenazah dan bagian pesawat yang terapung
- 9 Januari Ekor pesawat ditemukan
- 12 Januari FDR ditemukan dan pada esok harinya jam 20:00 WIB malam sudah bisa diunduh. FDR merekam 1.200 parameter selama 174 jam terbang
- 13 Januari CVR ditemukan. CVR merekam 2 jam 4 menit terakhir dari penerbangan. Rekaman berisi percakapan kru dengan ATC dan dalam kondisi baik.
Semua rekaman dibaca dan diunduh di laboratorium KNKT
Rekaman FDR dan CVR berakhir pada 23:20 GMT
Sumber: KNKT
Hingga saat ini sudah 70 jenazah yang ditemukan dan masih ada 92 korban lagi yang hilang. Operasi TNI yang berupaya mengangkat badan pesawat dihentikan setelah dipastikan tidak ada lagi jenazah di dalamnya.
Namun Basarnas menyatakan akan melanjutkan pencarian selambat-lambatnya pada hari Satu (31/01). Operasi dilakukan selama tujuh hari dan kemudian akan dievaluasi kelanjutannya.











