KBRI di Ukraina siap evakuasi WNI

rusia

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pasukan Rusia tiba di Krimea, Ukraina

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ukraina menyatakan siap menampung warga negara Indonesia jika situasi di negara itu memburuk.

<link type="page"><caption> Militer Rusia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140303_ukraina_krimea_rusia_militer.shtml" platform="highweb"/></link> memberikan ultimatum kepada pasukan Ukraina di Krimea agar menyerah atau "menghadapi serbuan" jika membangkang dan melewati tenggat waktu 03:00 GMT (10:00 WIB).

Rusia telah mengirimkan pasukan militer ke wilayah Ukraina khususnya di wilayah Krimea.

Perdana Menteri sementara Ukraina, Arseniy Yatseniuk menyebut tindakan Rusia tersebut sebagai <link type="page"><caption> deklarasi perang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140302_ukrainealert.shtml" platform="highweb"/></link> terhadap Ukraina.

"Hingga saat ini kondisi keamanan kota-kota di Ukraina khususnya di wilayah Timur seperti Krimea, Kharkiv sudah sangat tidak kondusif. Di kota kota tersebut terjadi bentrokan antara kelompok pro Russia dengan kelompok kontra Russia," kata Duta Besar RI untuk Ukraina Niniek Kun Naryatie dalam keterangan tertulis.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terhadap keamanan dan keselamatan WNI di Ukraina, KBRI Kiev menghimbau seluruh masyarakat Indonesia agar waspada dan mengutamakan keamanan serta keselamatan keluarga.

"KBRI telah mengeluarkan rencana kondisi gawat darurat untuk proses relokasi/evakuasi keluar Ukraina," kata Niniek.

"Kami menghimbau kepada seluruh WNI apabila kondisi keamanan semakin tidak terkontrol maka harap segera berkumpul di posko KBRI Kyiv ataupun Wisma Duta RI Kyiv untuk selanjutnya di relokasi dan evakuasi ke luar Ukraina," lanjutnya.

Di Ukraina, tercatat ada 59 WNI yang terdiri dari 31 orang staf dan keluarga KBRI, termasuk Dubes RI untuk Ukraina Niniek Kun Naryatie.