Rusia diminta kirim pasukan ke Ukraina

Sumber gambar, Getty
Presiden Ukraina yang digulingkan, Viktor Yanukovych meminta Rusia mengirimkan pasukan ke wilayah perbatasan untuk melindungi warga sipil, seperti diklaim oleh perwakilan Moskow.
Dalam rapat Dewan Keamanan, Vitaly Churkin mengatakan Yanukovych menulis surat kepada Presiden Vladimir Putin.
Ribuan pasukan Rusia telah diterjunkan ke Krimea, Ukraina.
Moskow berupaya untuk mencari pembenaran atas tindakan intervensi terhadap Ukraina, yang memicu kemarahan dan ancaman sanksi ekonomi dari AS dan Uni Eropa.
Crimea dan sejumlah kota yang didominasi oleh orang-orang Rusia di bagian selatan Ukraina diguncang instabilitas sejak<link type="page"><caption> Yanukovych digulingkan pada bulan lalu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/02/140203_ukraina_presiden.shtml" platform="highweb"/></link>.
Senin lalu, pemrotes pro Rusia berupaya untuk menyerang gedung pemerintah di bagian timur kota Donetsk, dan kota Odessa di Krimea.
Pasukan Rusia dan milisi pro Moskow melanjutkan blokade basis militer Ukraina yang ada di Krimea.

Sumber gambar, AP
Di markas PBB di New York, Churkin menyampaikan salinan surat yang dikirim Yanukovych kepada Dewan Keamanan.
Dia mengatakan pemimpin yang terguling itu mengatakan Ukraina berada diambang perang saudara, sebab warga sipil dianiaya karena berbicara dalam bahasa Rusia.
Dalam suratnya Yanukovych mengatakan :"Saya akan menghubungi presiden Rusia, Putin, dan meminta dia untuk menggunakan pasukan bersenjata ke wilayah Feredasi Rusia untuk mengembalikan legitimasi, perdamaian, hukum, stabilitas dan pertahanan masyarakat Ukraina.
Moskow tidak mengakui pemerintahan baru Kiev dan menyebutkan Yanukovych sebagai presiden yang sah.









