Kejayaan minuman soda 'rasa ceri hingga telur ikan' - Sejarah minuman yang bermula dari resep obat hingga rasa 'menggigit'

Sumber gambar, Jamie Grill/Getty Images
- Penulis, Veronique Greenwood
- Peranan, BBC Future
Dari rasa buah-buahan, obat batuk hingga mengandung telur ikan, ada beragam rasa minuman mendesis itu di luar sekadar soda dan limun terkenal.
Dahulu kala, ada banyak minuman soda -mengandung gas karbon dioksida yang dilarutkan dengan proses tekanan tinggi- bercita rasa manis daripada yang Anda bisa bayangkan.
Beberapa dibumbui dengan sirup ceri, dengan lemon, hingga kacang kola atau potongan kulit kayu sassafras.
Botol-botol kaca yang menyimpan minuman ajaib mendesis itu beredar luas di seluruh kota atau komunitas.
Wadah itu berputar dari konsumen hingga kembali ke pabrik pembotolan lokal, tempat di balik pembuatan resep minuman itu, atau seseorang yang membelinya dari mereka lalu mengisinya kembali dengan minuman bersoda.
Untuk alasan pragmatisme, soda-soda ini adalah bagian dari cita rasa khas daerah, secara umum. Minuman ini akan menyebar sejauh botol bisa ditenteng kemana-mana.
Penemuan Johann Jacob Schweppe, ahli kimia Jerman-Jenewa yang mengembangkan karbonasi untuk minuman pada 1783, menyebar jauh dan luas dalam beberapa dekade setelah dia mulai memamerkan barang dagangannya di Pameran Dunia.
Ambil contoh acak ini: ada pabrik air minum soda pada 1918 di sebagian besar kota di Selandia Baru dengan lebih dari 500 penduduk.
Baca juga:
Tetapi kebangkitan botol plastik sekali pakai pada 1970-an terdengar seperti lonceng kematian bagi banyak pengusaha minuman kecil.
Dengan dihilangkannya batasan geografis yang diberlakukan oleh botol-botol kaca itu, menjadi lebih murah bagi merek-merek besar untuk membeli perusahaan kecil dan mengkonsolidasikan operasi mereka, kata John Nese.
Nese adalah pemilik Galco's Soda Pop Stop, tempat yang dihormati di kalangan fanatik soda yang berlokasi di Los Angeles.
Walau demikian, masih ada penolakan atas keborosan liar air soda beraroma yang berkembang di abad ke-19 dan ke-20 - beberapa di antaranya benar-benar menjadi kegemaran hari ini.
Ambil contoh, Moxie, minuman bersoda gelap yang merupakan minuman negara bagian Maine di AS.

Sumber gambar, Petrenkod/Getty Images
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Moxie dapat membuat terpana mereka yang belum tahu. Nese merekomendasikan untuk meluangkan waktu Anda dengannya.
"Jika Anda meminum Moxie perlahan, Anda mungkin mendapatkan rasa cola-root beer-cinnamon-vanilla-liquorice-black cherry," sarannya, seperti sommelier.
"Jika Anda mencoba meminumnya, Anda akan mendapatkan obat batuk berkarbonasi." (Pada 2018, Moxie dibeli oleh Coca-Cola, mengikuti banyak merek minuman kecil lainnya sebelumnya.)
Selain itu, di Selandia Baru, di mana perusahaan pembotolan soda kecil lokal pernah menjadi tempat yang umum, Foxton Fizz adalah sebuah pengingat zaman keemasan minuman soda.
Foxton, sebuah kota kecil berpenduduk sekitar 3.000 orang di Pulau Utara negara itu, adalah rumah bagi pabrik pembotolan yang pertama kali dibuka pada 1918.
Merek tersebut dibeli oleh sekelompok penggemar fizz ketika pemilik setempat memutuskan untuk menjauh dari bisnis tersebut.
Minuman soda perusahaan itu, dengan rasa seperti jeruk nipis, raspberry, dan kola, telah beredar di seluruh wilayah dalam botol kaca selama lebih dari satu abad.
Soda krim adalah produk andalannya, kata direktur pelaksana Matt Whorton.
"Ini semacam sampanye soda, kami suka mengatakannya," katanya. "Jika Anda menyukai es krim vanila Prancis, Anda mungkin akan menyukai soda krim."
Di Amerika Serikat, soda dan minuman ringan lainnya – sebagai lawan dari minuman "keras" atau beralkohol - mengalami masa kejayaan di tahun-tahun Larangan, ketika menjual alkohol adalah ilegal.
Weinhard's Brewery di Portland, Oregon, dengan cepat memperlengkapi dirinya sendiri sebagai produsen soda, mengeluarkan root beer dan krim soda yang masih tersedia hingga saat ini.
Selama bertahun-tahun sebelumnya, soda telah meningkatkan hubungan mereka dengan gerakan pengekangan diri melawan konsumsi minuman beralkohol atau temperance movement, dengan Coca-Cola sendiri bahkan menyebut dirinya "Great National Temperance Beverage" pada 1906.
Saat itu, Coca-Cola berusia 30 tahun -perusahaan muda dari Atlanta, Georgia, dan membuat nama untuk dirinya sendiri; baru tiga tahun sejak mereka menghapus kokain dari resepnya.
Beberapa pembotolan menaikkan taruhan dengan stimulan lain dalam soda.

Sumber gambar, Lemon_TM/Getty Images
Tetapi bahkan setelah penjualan alkohol dilegalkan lagi, kecintaan orang pada soda terus berlanjut.
Beberapa orang mengatakan penyebaran itu bahkan di luar kendali; dalam beberapa dekade terakhir telah menjadi jelas bahwa kebiasaan minum soda dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Ini hampir seperti kita membutuhkan gerakan tanpa minuman alkohol terhadap minuman soda ini.
Dan beberapa soda, kata Nese, diam-diam mengubah formulanya berkali-kali, untuk mencari bahan yang lebih murah dan margin keuntungan yang lebih baik.
Jika menurut Anda Coke tidak memiliki rasa "gigitan" yang Anda ingat, Anda tidak salah, lanjutnya.
"Coca-Cola bukan Coca-Cola 50 tahun lalu," katanya.
"Lemon, jeruk, jeruk nipis, asam yang mereka masukkan ke sana, semua bahan itu sekarang hilang. Dan rasanya benar-benar generik."
"Lebih baik, mungkin, menemukan soda yang benar-benar Anda mimpikan – jenis yang dapat Anda nantikan di suatu sore saat musim panas yang terik – dan menjadikannya suguhan yang langka.
Jika Anda sedang mencari cola klasik, Nese merekomendasikan Dublin Bottling Works' Vintage Cola yang menurutnya memiliki pola rasa sama dengan RC Cola pertama kali diseduh pada 1905.
Untuk rasa segar, mungkin soda lemon mint. "Sebagian besar rasa kami sangat manis. Tapi ini berasal dari Rieme, dan seluruh rangkaiannya kering," katanya. "Yang itu sangat menonjol bagi saya. Saya suka mint."
Jika Anda kebetulan berada di Los Angeles, Anda dapat membuat dan membotolkan soda Anda sendiri di toko Nese, menggunakan 80 sirup rasa aneh, termasuk rasa butterscotch dan leci.
Dia memperingatkan bahwa rasa khusus Anda dibuat atas risiko Anda sendiri, dan tidak menjamin kelezatan dari imajinasi Anda.
"Jika Anda pernah ke Jepang, Anda harus mencoba soda mereka," lanjutnya.
"Saya membeli soda ikan. Dibuat seperti Bloody Mary, panas, dengan paprika dan rasa tomat, dan ada telur ikan di dalamnya.
Menarik. Saya tidak menjual banyak, tapi semua orang membelinya, karena mereka ingin mencobanya.
---
Versi bahasa Inggris artikel ini dengan judulBeyond cola: The strange flavours of soft drinks dapat Anda baca diBBC Future.













