Simbol rahasia yang digunakan oleh para politisi

Sumber gambar, Reuters
Karya seni yang menjadi latar ketika para pemimpin dunia berpidato sering berisi pesan simbolik kuat yang mudah untuk diartikan, kata Kelly Grovier.
Lupakan apa yang dikatakan oleh para politisi.
Jika Anda ingin benar-benar mengetahui apa yang dimaksud oleh politisi, lihat lukisan yang terpajang di belakang mereka pada saat konferensi pers atau pertemuan tingkat tinggi, atau saat mereka berhenti spontan di sebuah koridor untuk menjawab pertanyaan wartawan.
Tatapan membisu dari potret yang melihat ke arah Anda dari belakang bahu David Cameron atau Vladimir Putin sering punya banyak makna dan memang disengaja. Dan seringnya, pesan-pesan halus ini cukup mudah untuk diartikan.
Contohnya, kesempatan foto bersama antara Presiden Prancis Francois Hollande di Museum Louvre, Paris.

Sumber gambar, Rex Features
Ketika itu dua lukisan sebadan penuh karya maestro pelukis Belanda, Rembrandt menjadi latar. Selama 130 tahun, dua lukisan ini berada dalam koleksi pribadi, sebelum akhirnya Louvre, bersama Rijksmuseum, membeli dua lukisan tersebut.
Dengan berfoto dengan latar lukisan tersebut, Hollande kemudian tampil menjadi pemimpin yang berpihak pada akses budaya bagi masyarakat umum, daripada 'penimbunan seni' oleh orang-orang kaya.
- <link type="page"><caption> 'Menyelamatkan hidup' dengan ilusi optik</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cul/2016/05/160509_vert_culture_seni_3d.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Mengapa foto veteran misterius ini selalu menjadi viral?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cul/2016/05/160501_vert_cul_foto_viral.shtml" platform="highweb"/></link>
Dan tak sulit pula untuk memahami langkah Kanselir Jerman Angela Merkel yang pada Januari 2016 memilih difoto di depan 'Gadis-gadis di Padang Rumput', sebuah lukisan kecil yang menampilkan dua anak perempuan dengan baju bunga warna cerah.
Lukisan yang dibuat pada 1943 tersebut adalah karya Nelly Toll (saat berusia 8 tahun), yang saat itu berada di perkampungan Yahudi di Polandia, dan dipertontonkan sebagai bagian dari pameran seni Holokos terbesar di luar Israel.
Pada saat terjadi peningkatan anti-Semitisme di Eropa, citra Merkel berdiri di depan karya seorang penyintas Holokos, yang berharap akan masa depan yang damai, menjadi lebih efektif dibanding pidato apapun yang disampaikan politisi.

Sumber gambar, Rex Features
Dengan terlihat berdiri berdampingan, tertawa dan saling bersalaman, Merkel dan Toll, yang kini berusia 80 tahun (satu-satunya seniman dalam pameran tersebut yang masih hidup), seolah mencerminkan kebahagiaan dari sosok polos dalam lukisan di belakang mereka.
Sahabat baru?
Meski setiap pemimpin dunia, pastinya, sadar akan sinyal yang dikirimkan secara tak sadar oleh properti visual di sekitar mereka, namun tim komunikasi - yang bertanggungjawab menciptakan citra Presiden AS - melakukannya dengan lebih serius.
Contohnya kunjungan Presiden Obama ke Kuba – kunjungan pertama seorang presiden AS dalam 88 tahun.
Perjalanan singkat Obama sejauh 145km dari Amerika Serikat ke tetangganya di Karibia pada Maret 2016 lalu adalah langkahnya yang paling berani dalam memajukan agenda kontroversial, yaitu mengawali lagi hubungan diplomatik antara AS dan Kuba. Namun lukisan karya seniman Kuba-lah yang justru lebih menarik perhatian.
Salah satu agenda yang paling membuat canggung dalam jadwal perjalanan Obama adalah pertemuannya dengan para pembangkang politik, mereka khawatir bahwa mencairnya hubungan antara Washington dan Havana justru akan menguatkan kecenderungan represif presiden Kuba Raul Castro untuk melegitimasi rezimnya.
Lalu muncullah Michel Mirabal, seniman Kuba kontemporer yang lukisan besarnya, Teman Baruku, memberi latar yang mengejutkan bagi pertemuan tersebut.

Sumber gambar, Reuters
Karyanya, yang mengambil ciri yang sama dari bendera Kuba dan Amerika Serikat, menampilkan tumpukan warna merah, putih, dan biru yang dibuat dengan cetakan tangan asal-asalan di atas warna abu-abu netral. Lukisan itu terpampang di belakang Obama yang sedang duduk di meja panjang untuk membahas kekhawatiran dari para penentang pemerintah Kuba.
Lukisan tersebut sangat tepat menggambarkan simbol subliminal yang, pada satu sisi, menggambarkan kesulitan mereka yang ditekan oleh pemerintah Kuba, dan di sisi lain, komitmen Obama mengakhiri sanksi terhadap Kuba.
Cetakan tangan yang anonim dan asal-asalan memberikan kesan seni jalanan, atau sesuatu yang dibuat secara diam-diam: pembungkaman suatu kepolosan, yang mengingatkan akan cetakan tanah liat anak-anak di taman kanak-kanak.
Tetapi di saat bersamaan, dua bendera tersebut menjadi anagram visual bagi satu sama lain, masing-masing terbuat dari cetakan tangan yang sama, namun dengan kombinasi berbeda, seperti secara halus menyatakan bahwa dua negara ini pada dasarnya tak terpisahkan.
‘Berbicara lembut dan bawa tongkat besar’
Obama kini menjadi sangat jago dalam mengkurasikan karya seni untuk acara-acaranya.
Pada 25 Februari 2016, Presiden AS ini menegaskan lagi niatannya untuk menutup pusat penahanan di Teluk Guantanamo, Kuba (salah satu janji kampanye utama pada 2008). Oleh banyak orang, fasilitas penahanan ini dianggap sebagai tindakan Amerika yang kontroversial dalam menangani terduga teroris.
Upaya awal Obama untuk menahan pusat tersebut mendapat perlawanan dari mereka yang mengatakan bahwa langkah ini akan mengirim sinyal bagi kelompok Islam garis keras bahwa niat Amerika melawan teror jihad semakin berkurang.
Di tengah munculnya tuduhan tersebut, keputusan Obama untuk menggelar konferensi pers mengumumkan niatannya menutup Guantanamo selama-lamanya di depan foto pendahulu Obama, Theodore Roosevelt, bukanlah suatu kebetulan.
Toh Teddy Roosevelt, yang pada 1898 memimpin kavaleri legendaris bernama "Rough Riders" dan menang melawan para pemimpin Spanyol di Kuba, yang pertama membantu menetapkan kendali AS terhadap Teluk Guantanamo.

Sumber gambar, Reuters
Dengan menempatkan dirinya secara visual di sisi lukisan heroik pemimpin pemberani itu, yang disebut pernah mengatakan kredo "Berbicara lembut dan bawa tongkat besar", Obama berharap untuk mendapat limpahan testosteron dari presiden Amerika paling macho tersebut.
Lukisan yang ditutupi tirai
Tim Obama tentu saja bukan yang pertama dalam administrasi AS yang mengakui pentingnya seni untuk memajukan agenda politik.
Lama sebelum masa pensiunnya, di mana dia menggunakan lukisan untuk menangkap (atau menyiksa) figur pemimpin dunia yang pernah ia temui sebagai presiden, George W Bush sangat sering menggunakan manipulasi estetika yang berbahaya untuk mengendalikan opini publik.
Pada awal Februari 2003, saat Amerika Serikat tengah mengajukan tuntutan perang melawang Irak di PBB, pejabat memasang tirai biru di depan tenunan yang tergantung di depan pintu masuk Dewan Keamanan, tepat di bagian di mana pejabat Kementerian Luar Negeri AS tengah disorot oleh kru televisi.
Karya apa yang dianggap sangat berbahaya sampai tak bisa dipertontonkan selagi pejabat Bush tengah melobi agar bisa melancarkan kampanye yang mengerikan melawan Saddam Hussein?

Sumber gambar, Pablo Picasso
Jawabannya adalah tenunan ukuran besar dari karya anti-fasis Pablo Picasso, Guernica – lukisan selebar 3,4meter yang membuat orang bergidik dan mengingat pengeboman udara sebuah kota kuno Basque pada 1937.
Karya lukisan minyak di atas kanvas (yang kini berada di Museum Reina Sofia di Madrid) dipamerkan di New York pada saat terjadi protes atas kekerasan Perang Vietnam di akhir 1960an dan awal 1970an, dan oleh banyak orang dianggap sebagai lukisan yang semangatnya sangat kontras dengan agresifnya kebijakan luar negeri AS saat itu.
Tiga puluh tahun kemudian, kekacauan Guernica yang memperlihatkan kepala kuda yang meringkik dan potongan-potongan tubuh dianggap oleh pejabat AS sebagai latar yang terlalu riskan buat foto akan upaya melobi sebuah perang.
Bagaimana dengan presiden mendatang?
Hubungan intens antara politik kepresidenan dan seni visual akan bertambah kuat setelah muncul hasil pemilihan presiden yang riuh yang kini terjadi di AS.
Jika Hillary Clinton memenangkan Gedung Putih, akankah langkah pertamanya memindahkan foto resmi suaminya dari Galeri Nasional Smithsonian Institute?
Pada 2015, 10 tahun setelah seniman Nelson Shanks memamerkan lukisan Bill Clinton yang dia buat tersebut, Shanks mengakui bahwa dalam lukisannya itu ada rujukan terhadap affair Clinton dengan Monica Lewinsky.
Dan bagaimana jika Donald Trump menang November nanti? Rencananya untuk membangun tembok sepanjang 1600km antara Amerika Serikat dan Meksiko adalah impian bagi seniman graffiti.
Jika benar dibangun, maka tentu tembok itu akan menjadi kanvas kosong terbesar dalam sejarah seni Barat.
<italic><bold>Anda bisa membaca versi bahasa Inggris tulisan ini di <link type="page"><caption> The secret symbols politicians use</caption><url href="http://www.bbc.com/culture/story/20160412-the-secret-symbols-politicians-use" platform="highweb"/></link> di laman <link type="page"><caption> BBC Culture</caption><url href="http://www.bbc.com/culture" platform="highweb"/></link></bold></italic>.









