Sepuluh museum yang 'paling mengagumkan' di dunia

Dalam rangka memperingati #museumweek, BBC Culture mengumpulkan bangunan-bangunan yang mengagumkan di seluruh dunia yang menyimpan harta karun peradaban.

Sumber gambar, Daniella Nowitz Corbis

Musee d'Orsay, Prancis

Terletak di sisi kiri sungai Seine, museum kota Paris ini dibuka pada 1986 di bekas stasiun kereta dan Hotel Beaux-Arts. Tata letaknya menyesuaikan bentuk aslinya yang mampu melahirkan efek penuh – galeri-galeri mengelompok di ruangan besar dan cahaya menerobos masuk melalui atap kaca. Dirancang untuk menjembatani jarak antara koleksi-koleksi dari Museum Louvre dan The Pompidou Centre, museum ini menitikberatkan pada karya seni akhir abad sembilan dan awal abad ke-20 dan rumah bagi koleksi lukisan-lukisan impresionis dan pasca-impressionis terbesar di dunia.

Sumber gambar, Art Kowalsky Alamy Stock Photo

Guggenheim, Spanyol

Selama masa renovasi Kota Bilbao pada akhir 1980-an, ide mendirikan museum muncul dari otoritas Basque dan The Solomon R Guggenheim Foundation. Arsitek Amerika Serikat/Kanada, Frank Gehr, memenangkan komisi desain dan museum pun mulai dibuka untuk umum pada Oktober 1997. Bangunan yang mengesankan ini berdiri di pinggir Sungai Nervión di kawasan industri sekaligus kawasan kota tua Bilbao. Bangunannya berbalut kaca dan struktur batu kapurnya diselubungi lekukan besi. Gedung museum ini sangat sensasional, menurut penggemarnya. Adapun arsitek Philip Johnson menyebutnya bangunan ini "terhebat di zamannya”.

Sumber gambar, Chris Schmid Photography

Oscar Niemeyer Museum, Brasil

Museum ini dibuka pada 2003 dan diberi julukan 'mata' karena kemiripannya dengan mata manusia raksasa yang menempel pada sebuah pilar berwarna kuning. Arsitek legendaris Brasil yang merancangnya, Oscar Niemeyer, merupakan tokoh kunci dalam gerakan seni modern di Brasil. Dia berusia 95 tahun ketika bangunan ini selesai. Museum ini memamerkan berbagai karya seniman internasional sekaligus karya-karya Niemeyer sendiri.

Sumber gambar, David Pearson Alamy Stock Photo

British Museum, Inggris

Arsitek Robert Smirke merancang bangunan inti museum yang dibuka di London pada tahun 1853, dengan gaya neo-klasik. Pintu masuk bagian selatan yang besar, ditandai pilar-pilar raksasa yang mengesankan, memperlihatkan inspirasi dari Yunani kuno. Dan pada tahun 2000, Foster and Partners menciptakan sebuah Great Court baru - dengan atap kaca spektakuler - yang mengubah taman dalam museum menjadi lahan tertutup terbesar di Eropa.

Sumber gambar, Bill Brooks

Royal Ontario Museum, Kanada

Museum sejarah nasional, seni dan budaya ini merupakan museum terbesar di Kanada, yang memiliki lebih dari enam juta koleksi. Sebagai tambahan dari bangunan-bangunan asli, ditambahkan bangunan baru pada pintu masuknya. Berupa bangunan berbentuk prisma rancangan Studio Daniel Libeskind, yang dibuka pada 2007, bangunan tambahan itu diberi nama Michael Lee-Chin Crystal. Kehadiran bangunan kristal ini dianggap sebagai “simbol baru Toronto memasuki abad 21”. Struktur kaca dan aluminium berbentuk prisma yang rumit ini pernah dikritik, sehingga bangunan ini berada di urutan delapan dalam daftar 'salah-satu bangunan terburuk di dunia' pada 2009 silam.

Sumber gambar, Frederic SoltanCorbis

Museo Soumaya, Meksiko

Institusi kebudayaan milik swasta ini, yang dibangun pada 1994, terletak di antara dua tempat, yaitu Plaza Loreto dan Plaza Carso di Mexico City. Yang disebut terakhir, dibuka pada tahun 2011, dirancang oleh arsitek Meksiko, Fernando Romero, dan dibangun oleh Ove Group and Frank Gehry. Sebuah struktur bangunan seluas 46 meter yang dilapisi 16.000 kepingan aluminium berbentuk heksagonal, museum enam tingkat yang berisi karya seni dari Meksiko dan Eropa. Di museum ini, terdapat pula koleksi terbesar Rodin yang dibuat di luar Prancis.

Sumber gambar, Konstantin Kalishko

Hermitage Museum, Rusia

Salah satu museum terbesar dan tertua di dunia, Hermitage Museum dibuka di St Petersburg pada 1764 oleh Kaisar Catherine Agung. Museum ini menyimpan lebih dari tiga juta karya seni dan artefak budaya. Kompleks museum negara yang luas ini terdiri dari banyak bangunan, termasuk Winter Palace yang besar berwarna hijau dan putih, bekas kediaman para kaisar Rusia. Istana kolosal yang khusus dirancang oleh Francesco Bartolomeo Rastrelli ini bercirikan arsitektur gaya Baroque.

Sumber gambar, Iain Masterton

Museum of Islamic Art, Qatar

Dibuka di Doha pada tahun 2008, museum ini dirancang oleh pemenang Pritzker Prize, arsitek IM Pei. Pada usia 91 tahun, Pei melakukan perjalanan di dunia Arab selama enam bulan untuk mengumpulkan insipirasi bagi proyeknya. Struktur batu kapur setinggi lima tingkat yang berdiri di atas tanah reklamasi dengan pemandangan pinggir pantai Doha. Bangunan dua sayapnya terhubung dengan halaman tengah yang besar. Museum ini menyimpan koleksi seni Islam selama lebih dari 1.400 tahun.

Sumber gambar, Exotica Alamy Stock Photo

Vatican Museums, Italia

Museum-museum di Vatican City dibuka oleh Paus Julius II pada abad ke 16. Kompleks museum ini terdiri dari 52 galeri dan merupakan salah-satu museum terbesar di dunia. Koleksi museum ini terdiri dari karya-karya patung dan lukisan bernuansa religi, termasuk karya Raphael, Titian dan Caravaggio. Ruangan-ruangan dalam kompleks museum ini - seperti Gallery of Maps dan Gallery of Tapestries serta Sistine Chapel - begitu mengagumkan, yang sebagian besar dindingnya dihiasi karya-karya seniman seperti Perugino dan Botticelli. Adapun langit-langitnya yang berbentuk kubah dipenuhi lukisan karya maestro Michelangelo.

Sumber gambar, Robert Harding Alamy Stock Photo

National Museum of Art, Jepang

Setelah gedung asli buatan tahun 1970-an dihancurkan, sebuah struktur baru - yang dirancang oleh César Pelli - dibuka di Osaka pada 2004. Mayoritas museum ini – termasuk koleksi-koleksi seninya – berada di bawah tanah, dengan hanya ada satu lobi pintu masuk di atas tanah. Untuk melahirkan kejutan, Pelli menciptakan sebuah disain pintu masuk berupa jalinan kaca dan baja yang menjulang yang menyerupai bulu burung atau batang bambu di sepanjang pinggir sungai.