Simbol terpenting gaya Prancis, blus bergaris

tricot

Sumber gambar, Warner Bros

Baju dalam resmi Angkatan Laut Prancis telah menjadi ikon gaya Gallic dan gaya alamiah. Katya Foreman menyatakan penghargaannya atas ke blus bergaris ini.

Jika membicarakan ikon pakaian warga sipil, salah satu keajaiban kecil fashion adalah tricot rayé atau kemeja bergaris pelaut, pakaian klasik bergaya yang dipakai bergenerasi pencipta gaya mulai dari Pablo Picasso sampai Kate Moss.

Dalam kaitannya dengan ke-Prancis-an, pakaian ini bisa disejajarkan dengan topi beret, yang membawa suasana pantai Riviera sampai ke Brittany.

Dicatat lewat sebuat dekrit pada bulan Maret 1858 sebagai pakaian dalam resmi Angkatan Laut Prancis, pakaian AL yang aslinya rajutan wool ini panjangnya paha dengan bentuk mirip tube dan lubang leher bundar.

tricot

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Pakaian bergaris ini dicatat lewat dekrit pada bulan Maret 1858 sebagai pakaian dalam resmi Angkatan Laut Prancis.

Ciri utamanya adalah pola 21 garis putih dan 20-21 garis biru dengan 15 garis putih dan 14-15 garis biru di lengannya.

Dongeng kuno Brittany mengaitkan 21 garis tersebut pada kemenangan angkatan luat armada Napoleon saat melawan Inggris, kata Saint-James, yang membuat pakaian hangat pelaut dan kemeja Breton sejak pertengahan abad 19.

Laporan lain mengisyaratkan garis tersebut bertujuan agar pemakainya dapat cepat terlihat di antara gelombang saat jatuh ke laut.

Para ahli menelusuri asal kemeja pelaut bergaris ke akhir abad 18; bentuk lebih kuno dari pakaian ini terlihat pada pahatan wilayah Brittany dan Normandy tentang para nelayan. Jejak tulisan pertama adalah dari tahun 1855, dalam bentuk daftar isi tas pelaut.

"Kita tidak tahu cerita sebenarnya di balik garis, karena itulah banyak dongeng muncul," kata Delphine Allannic-Costa salah satu kurator pameran tahun 2009 berjudul Les marins font la mode (Pelaut Menciptakan Fashion), di Musée national de la Marine, Paris, yang menampilkan seragam pelaut dengan rancangan fashion buatan Jean Paul Gaultier.

tricot

Sumber gambar, Rex Features

Keterangan gambar, Jean Paul Gaultier menggunakan pakaian pelaut bergaris sebagai seragam pribadinya dan terus menjadikannya sebagai ciri rancangannya sampai ke botol minyak wanginya.

Perancang mode ini menggunakan pakaian pelaut bergaris sebagai seragam pribadinya dan terus menjadikannya sebagai ciri rancangannya sampai ke botol minyak wangi terkenalnya, Le Male, yang berbentuk dada pelaut memakai pakaian itu.

Pakaian pelaut bergaris juga menarik perhatian pihak lain selama bertahun-tahun, termasuk marinière dan kemeja Breton.

tricot

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Ratu Victoria membuat setelah pelaut kecil untuk anak laki-lakinya Albert Edward, saat dia berumur empat tahun, untuk dipakai di Royal Yacht.

Yang disebut terakhir kemungkinan berasal dari pedagang bawang dan ‘Onion Johnnies’, julukan yang diberikan kepada penjual bawang keliling dari Roscoff, Brittany, yang seragam pakaian hangat pelaut bergaris dan topi beretnya menjadi citra pria Prancis.

Bernada kelautan

Nasionalisme memicu kecenderungan fashion bernada kelautan, seperti gaya pelaut yang dipakai anak-anak kelompok berada keluarga Victoria setelah Ratu Victoria di tahun 1846 meminta dibuatkan setelan pelaut bagi anak laki-lakinya, Albert Edward, yang berusia empat tahun untuk dipakai di atas Royal Yacht.

Tetapi kebangkitan pakaian pelaut bergaris adalah salah satu contoh masuknya pakaian kelompok pekerja ke dunia fashion, disamping simbol persamaan hak wanita.

Salah satu orang yang pertama kali memakainya adalah penulis Prancis, Collette. Pada akhir abad 19, dia menghadiri pesta topeng di Paris dengan mengenakan pakaian pelaut bergaris. Dia juga memakainya di kabaret ‘Paris Interlope’ Belle Epoque, menurut Allannic-Costa.

tricot

Sumber gambar, Rex Features

Keterangan gambar, Penulis Prancis, Collette. Pada akhir abad 19, dia menghadiri pesta topeng di Paris dengan mengenakan pakaian pelaut bergaris.

Gabrielle Chanel, pecinta pakaian yang nyaman dipakai, menjadi perintis dan menjadikan inspirasi pakaian pria menjadi milik wanita.

Dia dianggap berjasa membawa pakaian pelaut bergaris menjadi bagian dunia fashion.

Dia menjadi model terbaiknya dengan memakai blus pelaut bergaris, topi jerami dan celana longgar sebagai koleksi pakaian berliburnya.

Pakaian yang terinspirasi pelaut itu berbentuk blus dengan kerah pelaut dari jersey, bahan yang dipakai untuk pakaian dalam pria dan kemeja pelaut.

Dia memperkenalkannya di butiknya di daerah peristirahatan kelas atas di utara, Deauville, pada permulaan tahun 1900-an.

Tetapi ahli sejarah fashion Inggris, Amber Butchart, pengarang Nautical Chic, mengatakan terdapat sejumlah orang-orang lain yang juga berpengaruh dalam membuatnya menjadi populer.

tricot

Sumber gambar, Alamy

Keterangan gambar, Warga Amerika, Gerald dan Sara Murphy menjadikan rumah mereka di Riviera, Villa America, sebagai tempat berkumpulnya kelompok Jazz Age.

Di antaranya adalah warga Amerika, Gerald dan Sara Murphy. Rumah mereka di Riviera, Villa America, menjadi tempat berkumpulnya kelompok Jazz Age. Pasangan ini menjadi inspirasi karakter Dick dan Nicole Driver di novel F Scott Fitzgerald, Tender Is the Night.

"Mereka membuat rumah yang menakjubkan di Riviera dimana orang terkenal saat ini berkumpul. Muncul cerita Gerald Murphy akan ke Marseille untuk membeli kebutuhan rumah. Tetapi dia kembali dengan membawa setumpuk kemeja, yang sebenarnya adalah pakaian dalam. Dia menemukannya di toko pemasok perahu. Murphy kemudian membagikannya kepada para tamu," kata Butchart.

tricot

Sumber gambar, Alamy

Keterangan gambar, Brigitte Bardot merintis gaya ‘Riviera mode’, pertama kali muncul pada salah satu Cannes Film Festival dalam pakaian pelaut bergaris merah.

"Ini adalah gambar dirinya (memakai kemeja pelaut) di Riviera pada tahun 1924/1925 dan tidak lama kemudian Anda melihat orang seperti F Scott Fitzgerald memakainya. Ada foto menarik yang memperlihatkan dirinya memakai itu di pantai," katanya terkait dengan pakaian yang menjadi "pakaian santai bergaya yang dikaitkan dengan kelompok artistik agak bohemia ini". Ini adalah gaya yang diadopsi para seniman, termasuk Jackson Pollock, kata BUtchart. "Sepanjang sejarah terdapat kaitan kuat antara pelaut dengan seniman. Para seniman sering kali pindah ke kota nelayan, mendirikan pemukiman seniman."

Mode Riviera

Setelah muncul saat Belle Epoque, blus pelaut bergaris baru benar-benar populer pada akhir tahun 1940-an, kata Allanic-Costa.

Pada klub jazz daerah seniman Paris, Saint-Germain-des-Prés, seniman, penulis dan kaum terpelajar seperti Boris Vian, Léonard Foujita dan Jacques Prévert memakai blus pelaut bergaris.

Sementara di Prancis Selatan, muncul “mode Riviera” di antara para wanita, setelah seorang penduduk setempat bernama Brigitte Bardot, muncul pada salah satu edisi pertama Cannes Film Festival dengan memakai blus pelaut bergaris berwarna merah.

Bintang layar perak juga turut memicu warisan pakaian ini.

Marlon Brando di The Wild One (1953) dan bintang New Wave, Jean Seberg, di Breathless (1960), yang kemudian diadopsi kelompok Beatnik pada tahun 1960-an.

tricot

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Tricot rayé atau blus pelaut bergaris dipakai bergenerasi pencipta gaya mulai dari Pablo Picasso sampai Kate Moss.

Panggung peragaan busana kemudian juga terpengaruh. Yves Saint Laurent menginterpretasikan marinière kembali pada koleksi pertamanya untuk Musim Panas/Semi tahun 1962. Pakaian ini terus menjadi inspirasi perancang mode sekarang mulai dari Comme des Garçons sampai ke Hedi Slimane – yang sekarang memimpin Saint Laurent.

Dengan pesan kelautan di dalamnya, Allanic-Costa yakin blus bergaris pelaut akan tetap populer. Dia kemudian mengingat pengaruh foto Robert Mapplethorpe memakai marinière setelah pameran di Paris.

"Saya sangat terkesan melihatnya memakai itu, sebagai dari gerakan New York tahun 1970-an bersama-sama Patti Smith," katanya. "Citra pelaut yang bebas, mandiri, petualang, terlepas benar atau tidak, tercampur dengan seniman bohemia menjadikannya sangat berpengaruh," tambahnya. "Dan bahkan sekarang, ketika Anda memakai blus bergaris pelaut di jalan, pesan itulah yang tetap disampaikan."

Versi bahasa Inggris tulisan ini bisa Anda baca di <link type="page"><caption> The ultimate symbol of French cool </caption><url href="http://www.bbc.com/culture/story/20160309-the-ultimate-symbol-of-french-cool" platform="highweb"/></link>di <link type="page"><caption> BBC Culture</caption><url href="http://www.bbc.com/culture" platform="highweb"/></link>.