Sepuluh toko buku tercantik di dunia

Sumber gambar, merkx girod

Penasaran ingin tahu seperti apa 10 toko buku tercantik di dunia? Ada toko buku di Nanjing, Cina, yang dulunya adalah tempat parkir kendaraan. Juga toko buku di California yang mengklaim sebagai toko buku terluas di dunia serta toko buku legendaris di Paris yang dulu acap didatangi penulis tersohor.

Polare, Maastricht

Ketika sebuah perusahaan yang baru berdiri bertujuan menjual buku fiksi melalui online dan dipuji sebagai masa depan yang menjanjikan bagi buku, apakah ada tempat bagi toko buku bersahaja?

Masa depan dari salah satu penjual buku yang ikonik saat ini berada dalam ketidakpastian. Toko buku Polare di Maastricht terancam ketika Polare menyatakan bangkrut pada bulan Februari tahun lalu.

Toko itu tetap buka sementara waktu, dengan nama 'Boekhandel Dominicanen', tetapi para staf telah meluncurkan penggalangan dana untuk menyelamatkan toko buku itu dari penutupan.

Pada tahun 2006 arsitek Merkx+Girod (sekarang Merk X) mengubah Gereja Dominican yang dibangun pada abad ke 13 menjadi toko buku Polare yang merupakan kuil bagi buku-buku yang meningkatkan pengalaman membaca menjadi pengalaman religius.

Sumber gambar, flicker

El Ateneo, Buenos Aires

Pengunjung dapat naik-turun dari panggung kemudian ke halaman-halaman buku di salah-satu ikon masyarakat Argentina ini. Awalnya dibangun sebagai gedung teater Grand Splendid pada tahun 1919, sebelum berubah menjadi bioskop pada tahun 1929, sebelum akhirnya El Ateneo menarik minat para pembaca buku yang dramatik.

Dengan langit-langit penuh karya seni, ukiran-ukiran berornamen dan tirai panggung nan mewah berwarna merah, toko buku ini tetap mempertahankan kemegahan aslinya: para pelanggan dapat duduk di dalam kotak-kotak ala teater demi mencari kenyamanan.

Sumber gambar, justine kibler

Libreria Acqua Alta, Venice

Apakah ini merupakan satu-satunya toko buku bawah air di dunia?

Diterjemahkan sebagai 'high water bookshop', toko buku di bantaran kali ini membuat para staf harus bekerja ekstra.

Sebab pemilik toko bersepatu boot harus memindahkan buku-bukunya dari lantai ke rak-rak buku yang lebih tinggi selama banjir tiba.

Justine Kibler, yang mengambil foto ini ketika dia berkunjung pada bulan November 2013 mengatakan, "Venesia kebanjiran. Orang-orang mengarungi banjir di jalan dengan ketinggian air satu atau dua kaki dan gedung-gedung terapung. Tetapi Libreria Acqua Alta tetap buka. Faktanya ini adalah daya tariknya."

Sumber gambar, PR

Librairie Avant-Garde, Nanjing

Disebut sebagai toko buku tercantik di Cina, Librairie Avant-Garde di Nanjing dibangun di lokasi bekas tempat parkir kendaraan pemerintah yang juga merupakan tempat berlindung dari serangan bom.

Untuk menemukan jalan di dalam ruang bawah tanah berukuran 4000 meter persegi di bawah stadion Wutishan, para pengunjung harus mengikuti garis penunjuk jalan berwarna kuning; di dalamnya terdapat replika patung Rodin, The Thinker dan bait-bait sastra terkenal yang terukir di tiap pilar.

Cabang lain dari toko itu ditempatkan di dalam Istana Kepresidenan di Nanjing. Tetapi toko buku yang satu ini berhasil membawa kemegahan ke dalam ruang bawah tanah.

Sumber gambar, Aquiles Carrattinoaquic

El Péndulo, Mexico City

Cabang toko buku Péndulo di Meksiko ini menawarkan cara berkebun untuk menghindari panasnya kota Meksiko.

Para pelanggan dapat melihat-lihat ke dalam rak-rak yang tersusun dua tingkat atau duduk di cafe sambil mendengarkan musik.

Pada tahun 2013, jaringan ini merayakan ulangtahun ke 20 dengan 'melepas' 1.000 buku yang dicap dengan pesan "Buku ini gratis. Baca dan kembalikan pada tempat umum lainnya."

Sumber gambar, Michal HuniewiczM1key.me

Livraria Lello, Porto

Toko buku yang menjadi salah-satu penanda di Portugal ini dibuka di bekas perpustakaan Chardron yang dibangun pada pergantian abad ke-19.

Lokasi yang dipenuhi gaya art nouveau dan didominasi tangga melengkung ini dihiasi ukiran-ukiran kayu untuk menyesuaikan dengan panel-panel rumit dan kolom-kolom dinding.

Lukisan kaca jendela dengan motif-motif tumbuhan dan langit-langit kaca yang menggambarkan monogram sang pendiri toko, José Lello, telah menambah penampilan ala gereja pada toko buku tersebut.

Sumber gambar, PR

Bart's Books, California

Bart's Books -yang menyebut dirinya sendiri sebagai "toko buku luar ruangan terbesar di dunia"- didirikan pada tahun 1964 oleh Richard Bartinsdale, yang meninggalkan sampul-sampul buku di jalanan untuk menjual judul-judul yang tidak lagi diinginkan.

Orang-orang yang lewat dapat meninggalkan uang di dalam kaleng kopi.

Sekarang, toko itu memiliki hampir 1 juta buku -kebanyakan dari buku-buku itu masih dijual melalui sistem kehormatan- demikian juga halaman di mana para pencari dapat bermain catur di bawah bayangan sebuah pohon apel.

Sumber gambar, John R Rogers

Shakespeare & Company, Paris

"I must go down where all the ladders start in the foul rag and bone shop of the heart.”

Menampilkan kutipan dari penyair legendaris WB Yeates dalam situsnya, Shakespeare & Company adalah sebuah tempat yang sejatinya melebihi dari sekedar menjual buku.

Acap dikunjungi oleh penulis terkenal seperti Ezra Pound, Ernest Hemingway dan James Joyce selama tahun 1920an, toko yang terletak di Left Bank kota Paris ini telah melegenda.

Dibuka pada tahun 1951 oleh seorang AS, George Whitman -dikelola oleh putrinya, Sylvia sampai kematiannya pada tahun 2011- toko buku ini menjadi tempat berkumpul penulis-penulis Beat Generation seperti Allen Ginsberg dan William S Burroughs.

Dari awal, Whitman telah mengizinkan para seniman dan penulis yang melakukan perjalanan untuk menginap di toko, yang juga merupakan tempat peminjaman buku; semangat para penulis di masa lalu membayangi dinding-dindingnya.

Sumber gambar, PR

Corso Como, Milan

Tersembunyi di balik tampilan sederhana, Corso Como didirikan pada tahun 1991 oleh mantan pemimpin redaksi Vogue Italia, Carla Sozzani.

Dia membawa selera fashionnya ke kompleks yang mengombinasikan buku dan disain interior pertokoan dengan kafe, hotel dan taman di atap.

Toko buku ini mencampur seni, arsitektur dan tema mode dengan rancangan meubel untuk menciptakan sebuah pasar loak dengan sentuhan mewah ala Milan.

Sumber gambar, Bronwen Leedigibron

Honesty Bookshop, Hay-on-Wye

Kota mungil di Wales, Hay-on-Wye, merupakan hotspot bagi para pencinta buku; festival sastranya yang dibentuk pada tahun 1988, digambarkan oleh mantan Presiden AS Bill Clinton pada tahun 2001 sebagai "the Woodstock of the mind".

Lebih dari 30 toko buku berjejer di jalanan sempit -tetapi yang paling menyolok adalah rak-rak di lapangan benteng Norman.

Pelanggan dapat mengagumi reruntuhan batu-batu jaman pertengahan seraya meneliti buku-buku bekas; semua hasilnya ditujukan untuk merestorasi kastil peninggalan sejarah.

<italic>Anda bisa membaca artikel ini dalam bahasa Inggris, dengan judul <link type="page"><caption> Ten of the world's most beautiful bookshops</caption><url href="http://www.bbc.com/culture/story/20140327-worlds-most-beautiful-bookshops" platform="highweb"/></link> dan berbagai artikel sejenis di <link type="page"><caption> BBC Culture</caption><url href="http://www.bbc.com/culture" platform="highweb"/></link>.</italic>