Yang "Candid" dari Monroe, Bardot, bahkan Muh. Ali
Mulai cartes de visite hingga bidikan-bidikan paparazzi, sebuah pameran menampilkan evolusi foto potret para selebritas. Inilah sembilan di antaranya.

Sumber gambar, Hulton Archive l Getty Images
Rita Hayworth, circa 1944
Studio Hollywood klasik merekayasa dengan seksama persona para bintangnya yang dibuat nyaris bagai mitos. Jauh dari studio, betapapun, muncul pendekatan yang berbeda. Namun toh sejumlah pengambilan yang diandaikan candid, spontan tetap saja tampak direka. Sebuah pameran terkini di Getty Images Gallery, New York, berjudul Gods and Monsters, Dewa-dewi dan Para Monster, menampilkan gambar-gambar unik para selebritas global.

Sumber gambar, Slim Aarons l Getty Images
Clark Gable, Van Heflin, Gary Cooper dan James Stewart, 1957
Apa yang tampak sebagai jepretan kebetulan, terkadang sama terancangnya dengan pemotretan studio. Fotografer Slim Aarons diundang untuk memotret pesta-pesta kaum kaya dan tersohor, dan memperoleh akses untuk mendapatkan foto para bintang Hollywood yang lebih kasual. Terkadang ia terlibat. Di gambar ini, judulnya Raja-raja Hollywood, disebut menunjukkan para aktor itu terbahak menertawakan sang fotografer, saat Clark Gable disebut mengisahkan penampilan payah sang fotografer di sebuah filmnya.

Sumber gambar, John Chillingworth l Picture Post l Getty Images
Brigitte Bardot, 1956
Esai-esai foto di berbagai majalah memainkan peran besar pada pencitraan aktor, sebagaimana pada peran yang dimainkan para aktor sendiri. Di foto ini, pemotret John Chillingworth menggambarkan Brigitte Bardot mengisap sebatang rokok saat rehat. Fotografer Inggris itu bekerja di Picture Post selama tujuh tahun; ia dipuji untuk kemampuannya dalam menjadikan setiap karyanya sebagai suatu narasi tersendiri. Menurut Matthew Butson, vice-president di Hulton Archive: "Ini bisa jadi yang membedakannya dari banyak sejawatnya yang sekadar menangkap saja apa yang ada di depan lensa.”

Sumber gambar, Ed Feingersh l Michael Ochs Archives l Getty Images
Marilyn Monroe, 1955
Pada tahun 1955, Marilyn Monroe meninggalkan Hollywood, mengabaikan kontraknya dengan Twentieth Century Fox dan mempelajari ‘Method’ bersama Lee Strasberg di Actors Studio di New York. Foto ini diambil untuk sampul majalah Redbook edisi Juli, dengan judul ‘Sang Marilyn Monroe Yang Tak Pernah Anda Lihat’, sebagai cara untuk membuktikan dirinya sebagai seorang aktris yang serius. Bersama redaktur Redbook, Robert Stein, jurnalis foto Ed Feingersh mengikuti Marilyn selama sepekan, menjepreti kehidupan Marilyn sehari-hari. Stein belakangan menulis: “antara momen-momen itu, terdapat Marilyn yang lain, yang mendadak bagai udara lepas dari balon. Ia duduk di kamar hotel yang temaram, dengan segelas minuman di tangan. Ed tak pernah memintanya untuk berpose. Marylin tak menyadari Ed ada di sana (memotretnya)…

Sumber gambar, M Garrett l Murray Garrett l Getty Image
Marilyn Monroe, circa 1953
Menurut catatan pameran: “berbeda dengan pedoman studio foto dan pengambilan-pengambilan foto yang direka, dibutuhkan jenis fotografer yang lain untuk mengambil jenis foto yang baru. Dengan tumbuhnya paparazzi, kaum selebritas tampak kehilangan kontrol atas imej mereka. Betapapun, “sebagaimana segala jenis fotografi, itu hanya salah satu versi kebenaran saja. Kedua pencipta citra dengan caranya, selebritas dan kaum paparazzi terikat dalam suatu hubungan ganjil – selebritas menginginkan eksposur, penampilan, fotografer menginginkan jepretan yang bikin iri.

Sumber gambar, Gene Lester l Getty Images
Joan Crawford, circa 1939
Pemotret studio seperti George Hurrell menggunakan pencahayaan dramatik untuk menciptakan apa yang sekarang tampak sebagai penampilan bintang film. Hurrell mengatakan, “Yang paling esensial tentang gaya saya ialah bekerja dengan menggunakan bayangan untuk merancang wajah dan bukan membanjirinya dengan cahaya.” Gambar ini menunjukkan Joan Crawford yang tanpa sentuhan, gambaran langka yang sekilas menunjukkan bintik-bintik di kulitnya.

Sumber gambar, Reg Lancaster l Daily Express l Hulton Archive l Getty Images
Mick dan Bianca Jagger, 1971
Media tabloid yang kian merasuk kehidupan pribadi mulai mendokumentasikan selebritas jenis lain. Sebagaimana pemeran ini mencatat, “yang dekaden dan bohemian, para musikus … dan seniman tahun 1960an membentuk suatu aristokrasi rock ‘n’ roll yang baru, menjulang sama tingginya dengan bintang-bintang Hollywood sebelumnya yang begitu tak tersentuh.

Sumber gambar, Len Trievnor l Express l Getty Images
Cassius Clay (lalu Muhammad Ali), 1963
Fotografi selebritas dimulai dengan carte de visite, kartu dengan foto yang dipatenkan tahun 1854 yang sangat populer sesudah Kaisar Napoleon III menggunakan format itu untuk menyebarkan foto dia. Menjelang tahun 1960an, formalitas memudar. Di sini, petinju kelas berat Amerika Serikat Cassius Clay, yang kemudian mengganti nama menjadi Muhammad Ali, tampak berbaring di ranjang hotelnya di London, menunjukkan lima jarinya untuk mengatakan pada ronde berapa ia akan meng-KO petinju Inggris Henry Cooper.

Sumber gambar, Jack Robinson l Hulton Archive l Getty Images
Tina Turner, 1969
Kendati merupakan hasil pemotretan studio, foto ini jauh dari teknik cahaya dan bayangan di masa awal Hollywood. Disebutkan di catatan pameran, “bintang rock’n’roll ini adalah selebriti jenis baru – bisa didekati, kandid, membumi, tak harus tampil sempurna.” Penyanyi Tina Turner dijepret oleh fotografer AS Jack Robinson. Redaktur majalah Vogue, Diana Vreeland, mengagumi karya-karya Robinson yang disebutnya "menangkap hal-hal yang menunjukkan tanda zaman."
<italic>Anda bisa membaca versi bahasa Inggris artikel ini <link type="page"><caption> Candid Camera: Marilyn Monroe and Brigitte Bardot</caption><url href="http://www.bbc.com/culture/story/20150804-candid-camera-marilyn-monroe-and-brigitte-bardot" platform="highweb"/></link>, serta artikel sejenis di <link type="page"><caption> BBC Culture</caption><url href="http://www.bbc.com/culture" platform="highweb"/></link>.</italic>










