Pekerja yang gemar berpura-pura

Pekerja

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Banyak pekerja yang tidak kompeten berpura-pura kompeten

Mengapa “berpura-pura (kompeten) hingga mendapatkan apa yang diinginkan” bisa berhasil untuk beberapa orang sepanjang karier mereka tapi tidak berhasil sama sekali untuk orang-orang tertentu?

Jika seorang kurang memiliki rasa percaya diri di kantor, maka dia sering mendapat saran untuk pura-pura bersikap seolah semuanya di bawah kendali dia atau berpikir positif hingga pikirannya menjadi kenyataan.

Tapi apakah ini selalu berhasil? Kapan Anda harus mengungkap bahwa kenyatannya Anda tidak paham apa-apa sama sekali? Kami menanyakan hal ini di situs Quora untuk mengetahui apakah ada saat di mana “berpura-pura hingga mendapatkan apa yang diinginkan” sesungguhnya tidak akan berhasil.

Tidak untuk pada dokter

“Saya tidak akan merekomendasikan langkah tersebut untuk para astronaut, pengacara, dokter jantung, pemain rugby, ahli nuklir atau tentara pasukan khusus,” kata Franklin Veaux.

Tapi cara ini tepat jika tujuan Anda adalah untuk mengubah sikap seorang seperti kepercayaan diri atau keberanian. “Dengan kata lain, cara ini tidak akan berhasil jika Anda membutuhkan ilmu yang spesifik, kemampuan atau pelatihan,” namun Veaux berpikir metode ini ampuh untuk mengembangkan rasa pantang menyerah, keberanian dan motivasi.

Sumber gambar, Getty

Jennifer Ellis, seorang pengacara, menulis bahwa hal ini sangat bergantung pada pekerjaan Anda.

“Dalam profesi saya, berpura-pura hingga mendapatkan apa yang diinginkan adalah ide yang sangat buruk.” Ellis menjelaskan bahwa beberapa tahun yang lalu, saat dia bekerja sebagai seorang sekretaris, “Saya tidak tahu sama sekali apa yang saya lakukan. Saya tidak perlu berpura-pura, saya tidak memiliki masalah mengakui bahwa saya baru dalam bidang tersebut…Tapi saya belajar.”

Dia mengatakan bahwa dia tidak pernah menjadi seorang yang percaya bahwa seorang harus berpura-pura untuk berhasil. “Saya pikir tidak masalah untuk mengakui bahwa Anda tidak mengetahui sesuatu, tapi penting untuk memiliki kepercayaan diri dan menunjukkan ke orang lain dan diri Anda sendiri bahwa Anda dapat belajar dengan cepat.”

Baik untuk guru

Di lain pihak, ahli teknik mesin Muralidhara Prabhu percaya strategi tersebut bisa sangat efektif untuk guru dan para pelatih.

Dia menggambarkan dirinya sebagai seorang yang introvert dan kerap ketakutan tampil di hadapan banyak orang yang berarti “Saya bahkan tidak bisa berbicara di hadapan lima orang.”

Tapi suatu hari dia diminta untuk melatih beberapa pegawai baru di perusahaan tempat dia bekerja. Dia mempersiapkan semuanya dengan seksama, berlatih di depan kaca, kemudian di depan beberapa kolega.

Bagi para pelatih dan guru trik ini mungkin berhasil.
Keterangan gambar, Bagi para pelatih dan guru trik ini mungkin berhasil.

“Semua berjalan lancar. Tapi ketika saya memasuki aula di hari saya harus memberi pelatihan, ingatan itu masih kerap membuat saya keringat dingin. Di sana ada 60 orang dan bukan 25 orang seperti yang diberitahu kepada saya.” Prabu menjelaskan bahwa dia “gugup dan berkeringat” namun tersenyum lebar kepada khalayak dan berusaha “untuk seolah terlihat percaya diri.” Cara itu berhasil.

Umpan balik yang diberikan para peserta pun positif dan “satu sesi tersebut memberi saya rasa percaya diri dan sejak saat itu saya telah melatih lebih dari 1.800 rekan kerja baru dalam kelompok yang berisi 10 orang hingga 120. Jadi, menurut saya berpura-pura bisa berhasil.”

Dan ada satu bidang di mana “berpura-pura hingga Anda berhasil” akan selalu menjadi SOP (standard operation procedure atau standar bertindak ketika bekerja), tulis Forrest Murphy – yakni dalam hal “menjadi orangtua”. “Ketika Anda masih kanak-kanak, mudah untuk berasumsi bahwa orang dewasa sudah mengetahui semuanya. Di sisi lain, jelas bahwa kita semua berpura-pura seiring waktu,” ungkapnya.

Responden Quora diwajibkan memakai nama asli mereka dibawah aturan Nama Asli. Untuk memastikan keaslian dan kualitas, Quora menanyakan beberapa orang semacam dokter dan pengacara untuk mengonfirmasi keahlian mereka.

<italic>Anda dapat membaca artikel ini dalam bahasa Inggris <bold><link type="page"><caption> Should you fake it till you make it?</caption><url href="http://www.bbc.com/capital/story/20151030-making-it-up-as-you-go-along-youre-not-alone" platform="highweb"/></link></bold> dan artikel lainnya di <bold><link type="page"><caption> BBC Capital</caption><url href="http://www.bbc.com/capital" platform="highweb"/></link></bold>.</italic>