Tak ada kata terlambat untuk mengubah karir

Sumber gambar, High West Distillery Saloon
Mengapa seseorang meninggalkan karir sukses di bidang bioteknologi untuk sesuatu yang sama sekali tak pasti?
Bagi David Perkins, alasannya adalah rayuan karamel dan vanila, aroma yang membawanya dari Silicon Valley ke Utah untuk menyuling sejumlah kecil wiski ketika usianya 40 tahun.
“Saya mencintai wiski: menyicipnya, mencium aromanya, meramunya, mengeluarkan wiski segar dari tong, menguji rasanya pada proses penyulingan, mengubah ramuan, mencoba jenis ragi yang beragam, mempelajari faktor apa yang membuat kualitas satu jenis bulir gandum lebih baik dari yang lain,” urai Perkins, yang menggunakan pemahamannya yang mendalam di bidang kimia ke dalam pembuatan wiskinya.
Bekas direktur divisi strategi dari perusahaan BioOncology Genetech yang sekarang berusia 51 tahun ini menghabiskan 50 jam per minggu untuk perencanaan bisnis, pengujian wiski, dan perjalanan menghadiri acara-acara penjualan.
Ia membawa bakat alamiahnya sebagai ilmuwan dengan mempertanyakan banyak hal ‘untuk memahami mengapa orang-orang melakukan hal yang berbeda di Skotlandia dengan di Kentucky, mencampur jenis-jenis wiski yang berbeda untuk menghasilkan rasa berbeda; untuk mempelajari sejarah wiski, dan juga membuat orang yang belum pernah mencoba untuk beralih ke wiski.’
Percikan minat

Sumber gambar, High West Distillery Saloon
Pada tahun 2004, Perkins dan Jane, istrinya, menghadiri pesta perkawinan di Lexington, Kentucky, Amerika Serikat. Tiba-tiba saja, pasangan ini memutuskan untuk mengunjungi tempat penyulingan wiski.
Tiga jam kemudian, mereka telah berada di tengah kebun-kebun jagung dan gandum di Loretto, Kentucky, yang berpenduduk 721 orang, dan juga tempat asal Maker’s Mark, merek bourboun (salah satu jenis wiski dari beras-gandum) yang legendaris.
Di tempat itulah Perkins, yang merupakan peminum bir sepanjang hidupnya, jatuh cinta pada minuman yang pernah dipopulerkan oleh penulis naskah drama dari Irlandia, George Bernard Shaw, dengan sebutan 'cairan sinar mentari'. Perkins langsung tahu bahwa ia ingin jadi bagian dari minuman ini.
“Tempat itu begitu tenang dan sunyi,” ujarnya. “Tapi yang paling menggairahkan adalah aromanya. Saya masih bisa mengingatnya. Wiski yang menguap melalui kayu aromanya seperti karamel dan vanila: dua hal yang merupakan favorit hampir setiap orang. Pengalaman mengecap aroma wiski ini berpengaruh begitu kuat bagi saya.”
Dahaga akan wiski buatan Amerika Serikat di seluruh dunia begitu besar. Ekspor tahunan saat ini mencapai US$1 juta dolar, menurut Dewan Penyulingan Minuman Keras Amerika Serikat. Kentucky memproduksi sebagian besarnya.
Hari itu Perkins berkata pada istrinya bahwa ia ingin membuat wiski. Namun, perubahan karir yang radikal tidak terjadi begitu saja.
Ia tetap melanjutkan karir di bidang bioteknologi untuk Genentech pada siang hari, lalu mulai menyambi riset wiski pada malam hari. “Memakan waktu setahun untuk membuat rencana bisnis dan meyakinkan diri untuk melakukan lompatan,” ujarnya.
Ketika Perkins akhirnya mengabarkan rencananya pada atasannya, ia mendapat tanggapan mengejutkan.

Sumber gambar, High West Distillery Saloon
“Atasan saya berkata bahwa kecil kemungkinan saya dapat melakukannya dalam waktu 10 tahun, sehingga menyarankan saya untuk segera menjalankannya dan jika tidak berhasil, saya boleh kembali ke pekerjaan saya sebelumnya,” kenang Perkins.
Atasan Perkins saat itu, Ian Clark, sekarang CEO Genentech, berkata bahwa tidak jarang para pegawai Genentech -yang memang cenderung menjadi pengusaha— memutuskan meninggalkan perusahaan untuk memulai usaha mereka sendiri.
Yang tidak biasa adalah memulai usaha di luar bidang bioteknologi. “Justru aneh kalau saya tidak terkejut,” kata Clark.

Sumber gambar, High West Distillery Saloon
Clark sekali lagi dibuat terkejut ketika Perkins berkata bahwa dia akan membuka usahanya di Utah, negara bagian yang biasanya tidak identik dengan peminum karena sejumlah besar penduduknya adalah penganut Gereja Mormon yang konservatif.
Masa transisi
Dalam waktu beberapa bulan sejak pemberitahuannya untuk berhenti bekerja kepada Genentech, Perkins dan keluarga mengosongkan rumah mereka di Northern California dan pindah ke Park City di Utah untuk membuka High West Distillery, tempat penyulingan resmi pertama di negara bagian itu sejak 1870.
Menurut Perkins, benar-benar hanya sedikit orang yang tahu tentang Utah.
Park City menurutnya sangat santai, indah, dan bersejarah. Juga sangat dekat dengan bandara dan hanya lima menit dari lokasi rmain ski.
“Kota ini probisnis,” ujar Perkins. Ia meraih hampir US$5 juta dari investor perorangan untuk memulai usahanya dan sebagian besarnya digunakan untuk merenovasi bangunan bersejarah miliknya di wilayah kota tua di Park City.
Kaitan dengan sains
Peralihan dari biokimia ke pembuatan wiski tidak sesulit yang dipikirkan orang, menurut Perkins. Hal ini disadarinya sejak awal ia menyusuri area penyulingan di Maker’s Mark.
“Tempat penyulingan terlihat seperti laboratorium besar dan juga memiliki peralatan yang sama dengan di perusahaan tempat saya bekerja waktu itu,” katanya.
“Pada dasarnya, baik etanol dan obat-obatan di Genentech, keduanya dibuat dengan cara yang sama, dan keduanya merupakan bioteknologi," katanya.
Tetapi, membuat ramuan kimia yang tepat tidaklah mudah. Tahap awal produksi wiski yang disuling Perkins pada tahun 2005 dulu terasa 'sangat tidak enak'.
Rendezvous Rye -yang memakan waktu pengembangan sekitar setahun- adalah wiski pertama yang dijual oleh High West, nama perusahaan wiski milik Perkins. Wiski ini merupakan gabungan dua wiski dari gandum hitam yang diramu dengan kayumanis, pala, cengkeh, karamel dan vanila.
“Menurut saya rasanya seperti aroma Natal,” ucapnya.
Dukungan hubungan baik
Perkins menolak mengungkapkan angka penjualan Rendezvous Rye, ia hanya menyebutnya sebagai 'laku keras'.

Sumber gambar, High West Distillery Saloon
Wiski ini, dan juga wiski-wiski lainnya dari High West, merupakan perpaduan dari wiski yang dimatangkan di tempat lain karena tak satupun wiski yang diproduksi High West sempat disuling untuk waktu yang cukup lama untuk siap dijual.
Perlu waktu satu sampai 30 tahun -tergantung pada tingkat diinginkan- untuk mematangkan wiski sampai siap untuk dijual.
Ketika Perkins sudah siap untuk melakukan penjualan, hubungan baiknya dengan Silicon Valley sangat berguna.
“Saya memiliki banyak teman di Genentech dan Amegan yang sangat mendukung dalam membantu kami untuk penjualan ke bar-bar dan restoran-restoran tempat mereka minum dan makan,” ujarnya.
Sejak High West didirikan, Perkins telah meluaskan perusahaannya dari sebuah tempat penyulingan hingga mencakup sebuah restoran berkapasitas 100 orang, yang masuk nominasi James Beard Award, dengan seorang juru masak eksekutif.
Dan di bulan Agustus 2015i, satu lokasi penyulingan High West yang lebih besar, seluas 3500 hektar, dibuka di Blue Sky Ranch di Wanship, Utah.
Pabrik manufaktur yang baru ini menyediakan area pengunjung yang menawarkan tur, acara mencoba rasa berbagai jenis wiski, dan berbagai acara lainnya.
Investor menanti hasil
Perkins sudah memiliki instalasi penyulingan berkapasitas 1.500 galon di tempat ini -bandingkan dengan penyulingan di tempat lama yang hanya menghasilkan 250 galon- yang ditargetkan akan menghasilkan 3.000 barel setahun, dengan produksi 600.000 botol berisi 750 ml wiski.
Lokasi baru ini masih mampu menampung tiga instalasi penyulingan dengan kapasitas yang sama.
“Saya tidak mendapat gaji selama tiga tahun pertama di High West, tapi bekerja lebih keras dari yang pernah saya lakukan sepanjang hidup saya,” kata Perkins.
Sekarang, gajinya sama dengan yang dia dapat ketika meninggalkan Genetech, dan ia berencana memberi imbal hasil dengan nilai yang cukup tinggi kepada 80 investor perorangan suatu hari nanti.
“Tapi ini bukan melulu tentang uang,” katanya. “Saya bangun setiap pagi untuk satu alasan: bahwa wiski berarti untuk saya. Dan saya sangat senang berbagi kepada siapa saja yang mau mendengarkan saya,”
<italic>Anda bisa membaca artikel ini dalam bahasa Inggris di <link type="page"><caption> It's never too late to change careers</caption><url href="http://www.bbc.com/capital/story/20151013-seduced-by-caramel-and-vanilla" platform="highweb"/></link> dan artikel sejenis di <link type="page"><caption> BBC Capital</caption><url href="http://www.bbc.com/capital" platform="highweb"/></link>.</italic>










