Tanpa keberadaan mobil, radio sudah lama mati

Sumber gambar, E09 FNJ
Media hiburan mati dalam waktu cepat. Siapa sekarang yang masih memutar kaset, VCD, CD dan Walkman?
Tapi dari berbagai media hiburan, ada satu yang masih bertahan dan bahkan tak menunjukkan tanda-tanda akan hilang dari peredaran dalam waktu dekat.
Media hiburan tersebut bernama radio dan daya tahannya tetap kuat karena faktor mobil.
Berkat mobil orang masih mendengarkan radio dalam waktu 80 tahun terakhir.
- <link type="page"><caption> Pesawat terbang yang bisa mendarat di halaman rumah kita</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_aut/2016/06/160529_vert_aut_lilium.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Kursi roda dengan 'kekuatan super'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_aut/2016/06/160603_vert_aut_ibot.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Fiat Jolly kembali beredar, tertarik membeli?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_aut/2016/03/160323_vert_aut_fiat.shtml" platform="highweb"/></link>
Bagaimana bisa? Sebab utamanya adalah mendengarkan radio adalah aktivitas yang tak terlalu menuntut kerja keras atau perhatian penuh.
Kita masih bisa mendengarkan radio dengan enak ketika menyetir. Bahkan menyetir dan mendengarkan radio adalah kombinasi ideal.
Ketika mata dan otak tertuju ke jalan, telinga masih bisa diperintahkan untuk mendengarkan berita atau musik di radio.
Kajian oleh lembaga penelitian di Amerika Serikat Pew tahun lalu memperlihatkan jumlah orang-orang Amerika yang mendengarkan radio digital (seperti Pandora, iHeartRadio, atau Google Play Music) naik dua kali lipat sejak 2010.
Masih populer
Dari angka ini, jumlah responden yang mendengarkan radio digital di mobil naik tajam, yang bermakna media hiburan dengan format radio sebenarnya masih populer.
Popularitas radio antara lain disebabkan oleh kemampuannya beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Dulu radio didengarkan melalui gelombang AM, kemudian FM, dan sekarang hadir di internet, yang dengan mudah diakses melalui PC, tablet, atau telepon genggam pintar.

Sumber gambar, Green Radio
Evolusi terbaru radio adalah radio satelit seperti Sirius XM.
Pengelola Sirius XM mengatakan 75% mobil baru di Amerika punya fasilitas untuk mendengarkan radio satelit dan diperkirakan pada 2025 jumlah kendaraan yang punya radio satelit bertambah menjadi 185 juta unit.
"Ketika saya bergabung pada 2004, pelanggan kami 600.000 orang," kata Patrick Reilly, wakil presiden di Sirius XM. "Sekarang pelanggan kami 30 juta orang," imbuhnya.
Terus berevolusi
Di luar itu semuanya, ada faktor alamiah yang membuat radio tak hilang dari sejarah.
Orang senang terhibur dan orang senang menyetir.
Sepanjang dua hal ini tak hilang, maka radio tidak akan mengikuti jejak kaset, CD, VCD, atau Walkman, setidaknya dalam beberapa tahun atau dekade ke depan.
Tapi, apakah radio memang akan bersama kita selamanya?
Para analis sependapat bahwa memang tak mudah "membunuh" radio.
"Saya memperkirakan radio akan menjadi medium utama hiburan di mobil," kata Chris Fangmann, pelaku usaha di bidang manufaktur dan teknologi informasi.
"Namun radio akan terus berubah, akan ada layanan baru dan teknologi baru yang mungkin belum bisa kita prediksi saat ini," katanya.
<italic>Versi bahasa Inggris artikel ini</italic>: <italic><link type="page"><caption> Without cars radio would be dead</caption><url href="http://www.bbc.com/autos/story/20160613-without-cars-radio-would-be-dead" platform="highweb"/></link></italic>, <italic>dan tulisan-tulisan lain sejenis bisa Anda baca di <link type="page"><caption> BBC Autos</caption><url href="http://www.bbc.com/autos" platform="highweb"/></link></italic>.









