Rumah apung sebagai jawaban atas krisis rumah perkotaan

Rumah apung
Keterangan gambar, Faktor yang meramalkan perubahan hidup di perkotaan antara lain naiknya permukaan laut.

Sepintas Michele Affronte dan Marianne Gerrits tidak punya banyak persamaan. Affronte adalah agen jual beli properti yang tinggal di Sausalito, California, Amerika Serikat, sedangkan Gerrits tinggal di belahan bumi lain, di Amsterdam.

Tapi ada ikatan kesamaan keduanya. Mereka merupakan pelopor dari gaya hidup yang mungkin akan menjadi masa depan dalam tempat tinggal di perkotaan: tinggal di rumah mengapung di atas air.

Dengan harga tanah dan rumah di kawasan perkotaan yang padat terus meroket, dan ketersediaan rumah yang semakin sedikit, rumah mengapung menjadi masuk akal bagi perencana dan pembangun kota.

  • <link type="page"><caption> Seberapa efektif 'car free day' demi kurangi polusi?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_aut/2016/04/160414_vert_aut_car_free_day" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Go-kart yang tepat untuk orang tua pelindung anak</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_aut/2016/03/160311_vert_aut_gokart" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Fiat Jolly beredar kembali</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_aut/2016/03/160323_vert_aut_fiat" platform="highweb"/></link>

Beberapa faktor yang meramalkan perubahan dalam hidup di perkotaan adalah naiknya permukaan laut karena perubahan iklim dan berkembangnya penduduk yang akan membuat tekanan lebih besar atas kebutuhan lahan di perkotaan.

Menarik pula untuk mengetahui bahwa sekitar 44% penduduk dunia tinggal dalam jarak 150km dari laut dan sebagian besar kota (dengan penduduk 2,5 juta atau lebih) di dunia berada di kawasan pesisir, begitulah menurut PBB.

Teluk Richardson
Keterangan gambar, Dua dari 480 lebih rumah apung di Teluk Richardson di Sausalito, California, Amerika Serikat.

Lebih 50% penduduk dunia tinggal di pedesaan

Berdasarkan laporan PBB pula, sekitar 54% penduduk dunia tinggal di kawasan pedesaan dan angka itu diperkirakan akan meningkat menjadi 66% pada tahun 2050 mendatang.

Singkatnya, ada faktor-faktor yang mungkin akan segera membuat manusia untuk ramai-ramai mencelupkan kaki ke dalam air, atau maksudnya: tinggal di lepas pantai.

Beberapa kota sudah melakukannya.

“Saya sempat merencanakan ulang rumah perahu dan membawanya ke darat,” jelasnya. “Tapi saya amat mencintainya jadi saya tetap (di air). Dan sekarang saya tidak akan pernah pindah.”

Gerrits juga menikmati gaya hidup air.

Rumah apungnya seluas 243 m2 (yang merupakan rumah keduanya) mengapung di kanal Amsterdam sehingga menawarkan pemandangan yang unik.

“Anda melihat banyak hal yang berbeda di air. Sepertinya sebuah dunia baru terbuka untuk Anda,” jelasnya.

  • <link type="page"><caption> Mobil mewah Bentley yang pas untuk Ratu Inggris</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_aut/2016/03/160226_vert_aut_ratu" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Mobil edisi khusus Rolls-Royce yang berkilau emas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_aut/2016/02/160211_vert_aut_emas" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Haruskah kita takut pada mobil tanpa pengemudi?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_aut/2016/02/160219_vert_aut_kendara" platform="highweb"/></link>

Dengan tanggul-tanggul yang dilindungi di Belanda, maka hidup di atas air menjadi keperluan yang berkembang pesat dan bukan sekedar gaya hidup ideal. Sekitar sepertiga negara itu berada di bawah permukaan air dan menghadapi ancaman dari permukaan air laut yang meningkat.

Amsterdam
Keterangan gambar, Rumah apung bergaya modern di Komunitas IJburg di Amsterdam, Belanda.

Dari Vancouber ke Dubai, dari Indonesia ke Belanda, ribuan orang sudah tinggal di atas air.

Affronte, misalnya, tinggal di atas air bersama komunitas yang terdiri 480 rumah perahu di Teluk Richardson sejak tahun 1991.

Rumah apungnya, dengan luas sekitar 548 m2 terdiri dari tiga kamar tidur, dua kamar mandi, satu ruang duduk, satu dapur, satu ruang makan, dan teras di atap.

Rumah itu dilengkapi dengan sambungan air dan sistem pembuangan.

Belanda titik awal rumah apung

Pemerintah Belanda memperkirakan kebutuhan dalam dua dekade mendatang mencapai 500.000 rumah baru namun tidak ada lahan perkotaan yang bisa menampung pertumbuhan tersebut.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Belanda menjadi titik awal dari rumah apung. Tidak ada jumlah yang pasti namun para ahli memperkirakan sudah ada ribuan rumah apung di Belanda, mulai dari kapal tongkang yang diubah menjadi indah atapun dengan gaya modern perkotaan di komunitas apung seperti Ijburh di Amsterdam yang dirancang oleh perusahaan Marlies Rohmer Architects and Planners.

“Keselamatan, ruang (yang terbatas), dan fleksibilitas adalah kekuatan utama yang mendorong kita ke arah air,” kata Koen Olthuis, pendiri dan pemilikWaterstudio.NL, sebuah perusahaan arsitektur perairan yang bermarkas di Rijswijk, Belanda.

Dengan visi tinggal di atas air, Olthuis merupakan penganjur kuat dari rumah amfibi.

  • <link type="page"><caption> Cara seseorang berjalan dianggap cerminkan kepribadiannya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2016/06/160601_vert_fut_jalan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Kenapa naik sepeda itu tegak? Karena otak kita</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2016/06/160601_vert_fut_sepeda" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Terbang ke ujung angkasa luar dengan balon udara</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2016/05/160524_vert_fut_balon" platform="highweb"/></link>

Tahun 2007, dia berada di peringkat 122 dalam daftar orang yang paling berpengaruh di dunia versi Majalah Time.

Empat tahun kemudian, majalah Prancis, Terra Eco, memilhnya sebagai 100 ‘manusia hijau’yang akan mengubah dunia.

Dia juga menulis buku yang berjudul Float! Building on Water to Combat Urban Congestion and Climate Change (Mengapung! Membangun di Air untuk Menghadapi Kepadatan Kota dan Perubahan Iklim).

“Lebih aman tinggal di atas air ketika banjir sering terjadi,” katanya. Dan sebagian besar kota-kota saat ini sudah amat padat penduduknya dan harga rumah per meter persegi meningkat pesat… dan air tidak semahal lahan.”

“Lebih dari itu, kota-kota statis –setiap komponen perkotaan yang kita bangun harus berada di sana selama 50 hingga 70 tahun,” lanjut Olthuis.

“Dan bersamaan dengan kota yang berubah, satu-satunya pilihan adalah menhancurkan bangunan-bangunan itu. Namun bangunan apung bisa dipindahkan dan disesuaikan. Jadi menemukan kembali kota agar berfungsi lebih baik."

Nicolas Le Guen, pendiri Aquashell -perusahaan arsitektur Prancis yang mengkhususkan diri pada rancangan bangunan apung- setuju. “Rumah apung menjadi semakin populer karena menjadi jalan ke luar terbaik.”

“Setelah membangun rumah apung, kami menyadari bahwa pelanggan kami ingin membangun proyek apung lain, seperti pusat kebugaran apung atau restoran apung karena memecahkan persoalan seperti harga yang meningkat dan keterbatasan ruang di pusat kota.”

  • <link type="page"><caption> Pesawat terbang di halaman belakang rumah anda</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_aut/2016/06/160529_vert_aut_lilium" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Makanlah hewan yang mati di jalana</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_aut/2016/03/160225_vert_auto_land_rover" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Land Rover Defender yang Terakhir</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_aut/2016/03/160225_vert_auto_land_rover" platform="highweb"/></link>
Amsterdam.
Keterangan gambar, Kapal tongkang yang diubah menjadi rumah di sebuah kanal Amsterdam.

Proyek-proyek yang dibangun maupun yang dipesan di Waterstudio mengagumkan dibandingkan dengan komunitas rumah perahu Sausalito yang lusuh dan bergaya hippi.

Dari masjid apung di Dubai dan hotel apung di lepas pantai Norwegia maupun kawasan wisata air di Maldives serta pusat kesehatan apung di Cina, Olthuis jelas ingin mengembangkan ‘kota apung’.

Para pemikir lain di seluruh dunia mengikuti langkah tersebut.

Pencarian di mesin Google dengan kata kunci ‘rumah apung’ menawarkan lebih dari satu juta hasil dan megungkapkan konsep permata air seperti kapal pesiar besar dari Wally Design di Monaco -yang cocok untuk para raja-raja minyak Arab- maupun yang minimalis untuk para jutawan dari Bursa Wall Street yang dirancang oleh Le2 Workshop di Polandia.

Ada juga rumah apung untuk laut lepas dari Orhan Cileli di Detroit, hingga rumah masa depan yang dirancang meniru ubur-ubur oleh Gicancarlo Zema Design Group di Roma, Italia.

Untuk rumah apung yang lebih praktis juga tersedia seperti rumah bergaya IKEA dari +31 Arsitek di Amsterdam atau rancangan yang meniru gelombang dari Robert Harvey Oshatz Architect in Portland, Oregon.

Beberapa perancang kaget dengan lambatnya kemunculan rancangan-rancangan yang inovatif. Sekitar 10 hingga 15 tahun lalu, Belanda tampaknya dilanda demam rumah perahu, namun pertumbuhannya terhambat karena sejumlah masalah.

Salah satunya, apakah rumah apung dipertimbangkan sebagai kapal yang memerlukan pendaftaran? Bagaimana dengan regulasi rumah? Bahan bangunannya? Dan bagaimana pula dengan asuransi dan kredit perumahan?

  • <link type="page"><caption> Bekerja di Nigeria, terbang setiap pekan ke AS untuk kuliah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cap/2016/06/160611_vert_cap_kuliah_mba" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Inilah pria yang menempuh perjalanan 563.000 km per tahun</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cap/2016/06/160611_vert_cap_perjalanan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Buku harian rahasia Marilyn Monroe</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cul/2016/06/160612_vert_cul_monroe" platform="highweb"/></link>
Sausalito
Keterangan gambar, Barisan kotak pos untuk rumah-rumah apung di Sausalito.

“Pemerintah kesulitan untuk menarik pajak dari rumah-rumah apung ini dan siapa yang merupakan pemilik air tempat rumah itu mengapung,” jelas Jonathan Baker, warga Amerika Serikat yang kini tinggal di Kopenhagen, Denmark, yang pernah bekerja di Waterliving -perusahaan yang mengkhususkan diri untuk rumah apung namun bangkrut karena pasar rumah apung tidak berkembang seperti yang diperkirakan.

Yvonne de Korte –yang bersama Maarten Kloos menulis buku pada tahun 2008 tentang rumah apung berjudul Mooring Site Amsterdam: Living On Water- sepakat dengan Bakerr.

“Ketika kami menulis buku, ada energi di sekeliling rumah apung, Anda bisa merasakannya di kalangan tukang bangunan, arsitek, dan mahasiswa,” kenang de Korte. “Namun tak banyak yang terwujud.”

Bagaimanapun Olthuis melihat ada perubahan, dengan mengamati rumah apung yang kini mendapat dukungan lebih banyak dari pemerintah kota. “Asuransi, izin, peraturan memerlukan waktu untuk dipecahkan. Namun dalam beberapa tahun belakangan, kondisinya terdorong melewati garis dan bergerak jauh lebih cepat.”

Kemajuan teknologi juga membuat rumah apung menjadi lebih berkembang.

Rumah pasang lepas

Berbeda dengan rumah perahu yang pada masa-masa awal dibangun dari kapal tongkang, maka rumah apung saat ini bisa didirikan di atas semen sehingga lebih stabil.

Rumah apung juga semakin banyak yang dibangun dengan menggunakan bahan gabungan yang lebih ringan dan lebih kuat dibanding bahan tradisional.

Dan makin sering pula orang membangun rumah di darat sebelum diangkat dengan derek untuk ditaruh di landasan yang mengapung di air.

  • <link type="page"><caption> Kursi roda dengan 'kekuatan super'</caption><url href=" http://www.bbc.com/indonesia/vert_aut/2016/06/160603_vert_aut_ibot " platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Ada cara yang lebih baik untuk membawa pulang bir</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_aut/2016/06/160602_vert_aut_bir" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Fakta 'mengerikan' tentang kematian di Puncak Everest</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/vert_fut/2016/06/160603_vert_fut_everest" platform="highweb"/></link>

“Juga ada kecnderungan untuk rumah ‘pasang lepas’,” kata Olthuis. “Sebutlah Anda punya rumah dengan tiga kamar. Ketika anak Anda ke luar, maka Anda bisa mengambil satu ruangan dan menggantinya dengan sesuatu yang berbeda, dengan memesan satu ruangan untuk rumah Anda. Perubahan bisa dilakukan dengan berjalannya waktu dan jika ada kebutuhan baru.”

Tapi apakah rumah apung lebih murah dibanding rumah di atas tanah? Tergantung.

Di Marin County, misalnya, harga rumah rata-rata adalah US$800.000 atau sekitar Rp10 miliar.

Adapun harga rumah apung dengan dua kamar dan dua kamar mandi sebesar US$600.000 (setara dengan Rp8 miliar) namun belum termasuk pembayaran US$200.000 (atau Rp2 miliar) untuk hak sandar perahu yang masih ditambah lagi dengan pajak bangunan dan iuran untuk asosiasi.

Pemilik rumah apung juga membayar angsuran yang lebih besar karena kreditor mencurigai ‘rumah bergerak’ yang memungkinkan pemilik 'yang jahat' melarikan diri bersama rumahnya ke tempat yang tidak diketahui.

Tapi kesampingkan soal harga.

Visi Olthuis adalah masa depan yang menjanjikan dari kehidupan air karena perkotaan yang makin padat dan perubahan iklim menyebabkan hujan yang lebih lebat dan banjir yang makin banyak. Dia memperkirakan pada suatu hari akan ada ‘taman apung’ dengan sel sinar surya sebagai sumber energi.

Olthuis juga berpendapat bahwa gaya hidup rumah apung merupakan anugerah bagi kota, yang bersaing untuk menarik penduduk.

“Kota-kota perlu mengkemas dirinya untuk membuat mereka lebih menarik dan kehidupan air merupakan hal yang menarik bagi kaum muda dengan penghasilan tinggi… dan komunitas apung akan meningkatkan fungsi dan kelenturan kota.”

“Jika kaum muda tidak suka dengan satu kota, mereka bisa mengapungkan rumahnya ke kota lain… mereka akan berganti pekerjaan dan membawa rumahnya.” .

Secara menyeluruh, daya tarik dan cara berpikir hidup di air ini sebenarnya mudah untuk dipahami. “Saya tidak melihat kelemahannya,” kata Baker.

Namun masih tetap perlu ditunggu apakah perubahan pemukiman perkotaan kelak akan di atas tanah atau di perahu yang mengapung.

<italic>Silahkan membaca artikel ini dalam bahasa Inggris <link type="page"><caption> Can floating homes solve the urban housing crunch?</caption><url href="http://www.bbc.com/autos/story/20160601-welcome-aboard-your-next-home" platform="highweb"/></link></italic><italic>dan artikel-artikel lainnya di <link type="page"><caption> BBC Autos</caption><url href="http://www.bbc.com/autos" platform="highweb"/></link></italic>.