Mengunjungi kebun anggur tersembunyi di Paris

Sumber gambar, Chesnot/Getty
- Penulis, Addison Nugent
- Peranan, BBC Travel
Terselip di tengah-tengah bentangan kota, puluhan kebun anggur tersamar tersebar menghiasi ibu kota Prancis dan menghasilkan beberapa produk anggur Prancis yang paling eksklusif.
Saya bertemu dengan Irene Henriques untuk kali pertama pada pekan-pekan terpanas yang pernah tercatat dalam sejarah Prancis.
Dia berdiri di kebun anggurnya, mengenakan celana panjang dan mantel pekerja tebal berwarna khaki.
Tatkala saya bertanya apakah dia tak merasa meleleh kepanasan, dia tertawa dan menjawab dengan suara lembutnya, "Setelah 30 tahun bercocok-tanam anggur, Anda menjadi terbiasa."
Sambil melambaikan tangannya ke arah pedesaan di bukit di belakang kami, Henriques mendesah, "Indah ya?" Saya mengangguk setuju.

Sumber gambar, Chesnot/Getty Images
Lahan yang dia dan timnya kelola selama puluhan tahun tampak seperti lukisan Rococo yang menjadi hidup; pandangan seorang Arcadia tentang pedesaan Prancis.
Bunga wisteria dan lilac yang berjejer di sekeliling pagar besi, sementara pohon apel dan pir menyediakan bayang-bayang yang paling dibutuhkan.
Tanaman-tanaman Henriques yang paling penting, anggur Pinot Noir, Chardonnay dan Muscat, menghiasi bukit, memenuhi kebutuhan mereka sendiri akan matahari.
Ini pemandangan langsung dari Bordeaux atau Bourgogne, tetapi suara bis kota dengan cepat mengingatkan bahwa saya berada di tengah-tengah kota metropolis yang paling ramai di Prancis: Paris.
Utamanya, saya berada di Butte Bergeyre, sebuah distrik kecil yang terletak di sebelah Buttes-Chaumont Park yang cantik di 19th arrondissement.

Sumber gambar, Chesnot/Getty Images
Komunitas di puncak bukit yang terpencil ini, dengan lima jalan beraspal, adalah salah satu rahasia Paris yang paling dijaga, dapat ditempuh hanya dengan melalui satu jalan yang berkelok-kelok atau tiga set tangga dekat Rue Manin - dan kebun anggur tersembunyi yang dirawat oleh Henriques adalah salah satu yang terbaik.
"Kami hanya memiliki cukup anggur untuk menghasilkan sekitar 100 botol anggur per tahun," katanya.
Meski tampak seperti sebuah anomali, Clos du Buttes Bergeyre adalah satu dari 10 kebun anggur yang menghiasi ibu kota Prancis itu.
Lahan-lahan perkotaan yang dimiliki oleh Kota Paris itu berada di perbukitan Montmartre, di tepi Sungai Seine dan tersembunyi di beberapa taman kota yang paling ramai.

Sumber gambar, DEA / ICAS94
Meski bukan tanaman asli kota ini, tanaman-tanaman anggur ini ditanam pada awal abad ke-17 ketika Paris menjadi pusat pembuatan anggur.
Kebun-kebun anggur kecil yang terpencil ini telah diperkenalkan kembali di seluruh kota dalam beberapa dekade terakhir sebagai penghormatan terhadap masa lalu Paris dan sebagai cara untuk mendidik kaum urban tentang seni klasik pembuatan anggur Prancis.
Tetapi perkebunan-perkebunan itu telah lama menjadi sesuatu yang dirahasiakan oleh penduduk setempat - terutama karena tidak satu pun produksi anggur dari ibu kota Prancis itu yang dijual, dan sebagian besar perkebunan anggur itu adalah milik pemerintah, yang berarti perkebunan itu hanya terbuka untuk umum selama acara yang diadakan oleh kota.
Prancis memiliki peraturan ketat tentang penanaman anggur, dan sampai saat ini hanya daerah-daerah tertentu - termasuk Bordeaux, Bourgogne dan Champagne - yang dapat membotolkan dan menjual anggur secara komersial.

Sumber gambar, LIONEL BONAVENTURE/AFP
Tetapi pada 2016, Uni Eropa memberikan mandat untuk melakukan liberalisasi agar sektor anggur diperluas penjualannya secara komersial di seluruh Prancis.
Namun, anggur-anggur yang diproduksi di ibu kota Prancis itu masih tidak dapat dijual di pasar komersial karena ancaman polusi kota yang mungkin berdampak pada anggur.
Akan tetapi tujuan warga Paris berkebun anggur Paris memang tidak untuk menghasilkan uang.
Jadi, alih-alih dari gudang anggur ke penjual anggur, botol-botol itu selalu dilelang demi keuntungan kota selama masa panen.
Juga, karena tanaman-tanaman itu dimiliki dan dikelola oleh Kota Paris, Anda tidak bisa begitu saja datang untuk berwisata dan mencicipi minuman anggur, seperti yang biasa dilakukan di kota-kota Prancis lainnya.

Sumber gambar, ERIC FEFERBERG/AFP
Perkebunan-perkebunan anggur rahasia di Paris itu hanya membuka gerbangnya untuk para pengunjung pada waktu-waktu tertentu saja tiap tahunnya.
Di minggu pertama Oktober, selama Fête de la Vigne et du Raisin, para pengunjung dapat berpartisipasi dalam pencicipan anggur, mempelajari ilmu menanam dan merawat anggur, serta melakukan tur kebun anggur dengan pemandu.
Beberapa kebun anggur dapat dikunjungi juga selama Fête des Jardins, sebuah festival untuk merayakan taman kota pada akhir September.
Jika Anda masih juga tidak dapat melakukannya, ada satu kebun anggur milik pribadi di kota ini, La Vigne de Paris-Bagatelle - hotel mewah yang dibangun pada tahun 1926, terletak di perbatasan taman Bois de Boulogne - yang menawarkan kegiatan pencicipan anggur, tur dengan pemandu dan kursus tentang enologi dengan perjanjian.

Sumber gambar, ERIC FEFERBERG/AFP
"Kebun-kebun anggur Paris menggabungkan estetika dengan inovasi teknis seraya menggali kembali sejarah viticultural di Île-de-France," kata Sylviane Leplâtre, yang mengepalai ilmuwan-ilmuwan anggur di Kota Paris,
"Kebun-kebun itu merupakan alat bantu pengajaran yang tidak ternilai bagi penduduk kota, yang merupakan karakteristik kebun anggur perkotaan."
Saat ini, para ahli anggur Prancis modern mungkin akan mengernyitkan hidung mereka terhadap gagasan mengunjungi kebun-kebun anggur kecil yang berada di tengah-tengah masyarakat Paris.
Tetapi pernah ada di suatu masa ketika Kota Cahaya itu merupakan pusat produksi anggur di negara itu.

Sumber gambar, bouillabaisse/Getty Images
"Seringkali, ketika kita memikirkan anggur Prancis, kita teringat daerah-daerah seperti Bordeaux, Bourgogne, Loire Valley dan Champagne, tetapi Paris memiliki budaya anggur yang kaya di masa lalu, yang tidak boleh diabaikan," kata seorang ahli anggur dan pemandu wisata anggur Paris, Emily Lester.
"Daerah Saint-German-des-Près (daerah pusat perbelanjaan apik di pusat 6th arrondissement) sebenarnya tempat bagi satu perkebunan anggur besar yang awalnya disediakan untuk gereja, yang sudah ada sejak abad ke-6."
Nyatanya, pembuatan anggur di Paris merupakan suatu tradisi kuno yang berasal dari zaman Romawi, yang dulu mendirikan kuil untuk Bacchus, sang dewa anggur dan pertanian, di tempat yang sekarang menjadi Montmartre.

Sumber gambar, Pel_1071/Getty Images
Meskipun iklim yang basah dan tanah Paris tidak seideal Bordeaux yang bermandikan matahari dan kering - dengan campuran yang tepat tanah liat, pasir dan kerikil - transportasi di Prancis pada era pra-industri sangat terbatas, sehingga menjadi masuk akal untuk memproduksi anggur di daerah berpenduduk padat.
Di masa puncaknya, pada abad ke-17, industri anggur Prancis membuat bangga lebih dari 4.450 petani anggur yang mengawasi tanaman anggur di lahan seluas 42.000 hektar (atau 420 km persegi) di dalam dan sekitar Kota Paris Raya.
Faktanya, nama distrik Goutte d'Or di 18th arrondissement, atau "Golden Drop", berasal dari minuman anggur yang diproduksi di Paris pada abad ke-19.
Tetapi di pertengahan abad ke-19, serangkaian epidemi menghancurkan kebun-kebun anggur di seluruh Eropa, dengan Prancis sebagai salah satu wilayah yang paling parah.

Sumber gambar, ERIC FEFERBERG/AFP
Ketika akhirnya cukup aman bagi para pengusaha anggur untuk menanam kembali anggur mereka di awal abad ke-20, Kota Paris tumbuh, dan banyak pembangunan di lahan-lahan yang dulunya tersedia, dan tidak lagi terbuka untuk para petani anggur.
Para pecinta minuman anggur itu sungguh beruntung, pertumbuhan sistem perkeretaapian Prancis di abad ke-19 memudahkan pengangkutan anggur dari daerah-daerah yang memiliki cuaca dan lahan yang lebih baik, seperti Bourgogne, Bordeau dan Loire Valley ke ibu kota.
Pada awal abad ke-20, tidak ada satupun kebun anggur yang tersisa di Paris.

Sumber gambar, ErickN/Getty Images
Keadaan berubah di awal tahun 1930an, ketika seniman Francisque Poulbot mempelopori kampanye untuk mengubah taman di lingkungannya menjadi kebun anggur, sehingga menciptakan kebun anggur terbesar dan paling terkenal di Paris saat ini: Clos Montmartre seluas 1.556 meter persegi.
Saat ini, Clos memproduksi sekitar 1.500 botol anggur per tahun, yang dilelang pada akhir pekan kedua Oktober di festival tahunan Grape Harvest Festival, seperti yang berlangsung sejak 1934.
Pertemuan empat hari diorganisir oleh Commanderie du Clos du Montmartre, yang berparade di jalanan dengan jubah berwarna merah anggur mereka saat festival yang berlangsung setiap tahun.
Commanderies adalah persaudaraan yang telah ada di Prancis sejak abad ke-13.

Sumber gambar, Chesnot/Getty
Banyak yang menghilang setelah Revolusi Prancis, tetapi persaudaraan anggur muncul kembali pada abad ke-19 sebagai satu cara untuk memprotes penghematan dan nilai-nilai kaku dari Revolusi Prancis.
"Kami satu-satunya persaudaraan anggur di Paris," kata Ginette Rousselin, yang telah menjadi anggota Commanderie du Clos du Montmartre selama 15 tahun.
"Kami menampilkan aspek meriah dan seremonial dalam pembuatan anggur di Paris."
Meskipun Clos du Montmartre merupakan yang pertama menghidupkan kembali seni pembuatan anggur di Paris, banyak lagi yang mengikuti dan berkembang dalam beberapa dekade terakhir.
Clos des Morillons yang sangat kecil, terletak di Parc Georges Brassens, tumbuh di atas kebun anggur yang pernah terkenal pada abad ke-18.

Sumber gambar, MIGUEL MEDINA/AFP
Pada tahun 1897, tanaman-tanaman anggur itu dipindahkan untuk membuat rumah jagal.
Tetapi pada tahun 1983, dalam upaya menghidupkan kembali sejarah budaya daerah tersebut, sebanyak 700 pohon anggur Pinot Noir ditanam di empat teras yang disinari matahari.
Saat ini, Clos des Morrilons terus memproduksi sejumlah botol yang terbatas setiap tahunnya - Pinot Noir tahun 2009 vintage mereka telah menerima penghargaan Orchidee d'Or (Golden Orchid) yang diberikan kepada anggur terbaik yang diproduksi di Île-de-France.
Di distrik Belleville yang trendi di arah timur laut Paris, sebuah area yang terkenal dengan tempat-tempat minum dan restoran yang menyajikan masakan China yang lezat, tersembunyi perkebunan anggur kecil yang disebut Clos de Belleville.
Seperti Montmartre, kebun anggur di Paris ini juga memiliki sejarah panjang menumbuhkan anggur.

Sumber gambar, Addison Nugent
"'Clos' atau kebun anggur yang tertutup, dikelola oleh para biarawan Carolingian pada abad ke-9 [di tempat yang sekarang bernama] Belleville," jelas pakar anggur Paris dan pemandu wisata Geoffrey Finch.
"Sedikit demi sedikit, kebun-kebun anggur menghilang dan sekarang yang tersisa hanyalah petak kecil seluas 500 meter persegi, ditanam pada tahun 1992."
Lebih jauh ke selatan, di Parc de Bercy, terhampar Clos de Bercy, yang memproduksi 350 botol anggur setiap tahun, dari buah-buah anggur Chardonnay dan Sauvignon.
Pada abad ke-9, Bercy Village merupakan pusat perdagangan anggur, diisi dengan gudang-gudang tempat para pedagang anggur terbesar saat itu mendirikan toko.

Sumber gambar, ERIC FEFERBERG/AFP
Juga merupakan tempat bagi kedai-kedai minuman, kabaret-kabaret dan guinguette (restoran dengan lantai dansa), di sanalah para pekerja akan datang untuk menyesap anggur dan bergembira.
Sayangnya, sebagian besar desa asli dihancurkan untuk memberikan ruang bagi Parc de Bercy pada 1983, tetapi tanaman anggur yang tumbuh sekarang merupakan penghormatan untuk masa lalu daerah itu.
Setelah melihat-lihat perkebunan anggur Butte Bergeyre, Henriques menawarkan saya untuk melihat ruang bawah tanah, tempat semua anggurnya diproduksi dan dibotolkan.
Ketika kami berjalan menuruni bukit, menuju stasiun metro Louis Blanc, dia bercerita pada saya bagaimana dia berakhir di Butte Bergeyre:
"Saya tadinya belajar di sekolah akuntansi, tetapi tidak pernah selesai," dia tertawa.

Sumber gambar, Addison Nugent
"Saya tadinya tidak berminat berkebun, sampai saya datang ke Paris pada usia 18 tahun."
Saat ini, selain merawat anggur Pinot Noir, Chardonnay dan Muscat, Henriques juga menanam tomat, kol dan tanaman lainnya di lahan kecil.
Gudang anggur Butte Bergeyre terletak di ruang bawah tanah sebuah bangunan bergaya modern di distrik Crimée.
Ada satu bak tempat mencampur semua buah anggur dan satu gentong tempat proses penuaan minuman anggur merah.
Di dinding yang jauh terdapat rak anggur yang berisi semua botol yang diproduksi pada tahun ini sampai tiba waktu pelelangan di musim gugur.
Dengan melihat ruangan kecil ini, saya terpesona oleh semangat yang dimiliki Henriques terhadap pembuatan anggur ala Paris - pergi ke kebun anggur setiap hari ("Dan dua hari Minggu dalam sebulan!") dan memanen anggur-anggur itu, semua itu untuk kemudian membuat beberapa botol anggur yang bahkan tidak dijual.
"Dulu Paris penuh dengan kebun anggur," katanya, mengagumi rak kecil berisi botol-botol Buttes Bergeyre. "Kami ingin mempertahankan tradisi itu agar tetap hidup."
Anda bisa membaca versi bahasa Inggris artikel ini, Paris' hidden vineyards, di BBC Travel.










